Gubernur NTB Mengucap Alhamdulillah, dan Ungkap Sejarah Kunjungan Pemimpin Bangsa di Bima

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 30 April 2016 09:15 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.444 kali ditampilkan

BIMA NTB - Dalam sambutanya Gubernur NTB, Dr TGH Zainul Majdi MA,Jumat (29/4) Saat peresmian pasar tradisional ama hami sebelum sambutan dari presiden RI Ke 7, mengucapkan rasa syukur dan Alhamdulillah atas kedatangan Presiden Jokowi di NTB membawa kejutan, suprise memberi manfaat yang begitu besar bagi masyarakat dan pembangunan daerah ini, dan dikatakan juga pada kunjungan kerja pertama di NTB tahun 2015 lalu, Presiden datang ke Mandalika.

"Alhamdulillah di sampaikan komitmen untuk membangun Mandalika, dan sekarang sedang diwujudkan, dan Presiden Jokowi juga datang pada hari pers nasional (9/2/16) memberikan hadiah bagi masyarakat NTB."

Gubernur juga mengungkap sejarah datangnya para pemimpin bangsa ini di Bima, "Pertama pada tahun 1933 presiden pertama indonesia Bapak Ir Sukarno, ketika pengasingan oleh belanda ke Ende NTT, sempat hadir dan menginap di  kesultanan Bima Muhammad Salahudin, dan begitupun tahun 1950 untuk kali kedua Soekarno di Bima."

Lanjut gubernur, "pada tahun 1982, Bapak presiden Muhammad Soeharto mengunjungin Bima dalam rangka panen bogo raja, kemudian tepatnya 5 april 2015 presiden Susilo Bambang Yudiyono meresmikan Bendungan Pela Parado dan menuju Lanci."

Tambah gubernur, "dari april 2016, sudah 10 tahun, tanpa di duga, Presiden Jokowi datang ke Bima untuk meresmikan pasar ama hami, padahal kita semua tau, bahwa presiden akan melanjutkan perjalanan ke Jayapura, dan Alhamdulillah, ini menjadi perhatian khusus dari Presiden, maka kita jawab perhatian beliau dengan ikhtiar kuat untuk membangun Kota dan Kabupaten Bima ini.”


Gubernur menjelaskan, Pasar Raya Amahami adalah salah satu dari 15 pasar di Kota dan Kabupaten Bima. Dua daerah bertetangga tersebut, berkontribusi untuk menyuplai kebutuhan-kebutuhan komoditas strategis.

Gubernur dalam sambutan terakhirnya, "Jabodetabek dahulu sempat kekurangan komoditi bawang merah. Menteri Pertanian berkunjung ke Bima dan langsung  ke sawah para petani bawang merah. Kemudian memborong hasil bawang merah dari para petani Bima ke Jawa dan Jakarta. “Setelah itu diberikan bantuan subsidi, dan Alhamdulillah sekarang produksi bawang merah di Kabupaten Bima terus meningkat."