Jumlah Penderita HIV/AIDS Makin Mengkhawatirkan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Sabtu, 30 April 2016 10:52 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 783 kali ditampilkan

SUKABUMI - Sebanyak 54 warga Kabupaten Sukabumi terpapar mengidap HIV-AID. Mereka yang terpapar, dua orang merupakan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan enam orang bayi di bawah lima tahun (Balita). Sedangkan sisanya, ibu rumah tangga, pekerja seks komersial, dan gay.

Para penderita yang sebagian besar didominasi usia produktif terinventarisir dari Januari hingga awal April lalu. Mereka kini masih dalam pengawasan dinas terkait dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi.

“Temuan ini, tidak hanya mencengangkan tetapi sangat memprihatinkan. Apalagi terdapat penderita berstatus pelajar dan balita,” kata Sekretaris Komisi Penanggulngan AIDS Kabupaten Sukabumi, Asep Suherman, seperti diberitakan PR Online.

Dari data KPA Kabupaten Sukabumi jumlah penderita HIV dan AIDS terus mengalami peningkatan secara signifikan. Kenaikan terlihat dari jumlah penderita HIV-AIDS 2015 mencapai 589 orang. Padahal setahun sebelumnya, jumlah warga terindikasi positif HIV-AIDS hanya mencapai 522 orang.

“Adapun enam orang balita terinfeksi virus HIV terinventarisir pada 2016 ini. Mereka anak dari pasangan suami istri yang berasal di salah satu wilayah Jampang Kulon dan Surade,” tuturnya.

Asep Suherman mengatakan pemicu terjadi peningkatan jumlah penderita virus mematikan itu, tidak hanya faktor perilaku manusia berisiko tinggi terkena HIV-AIDS. Tetapi pelaku seks bebas, dan pengguna narkoba jarum suntik menjadi bagian dominan bertambahnya penderita virus tersebut.

“HIV dan virus-virus sejenisnya, menular melalui kontak langsung. Antara lapisan kulit dalam atau aliran darah dengan cairan tubuh yang mengandung HIV,” jelasnya.

Koordinator Program Manager Lembaga Penelitian Sosial dan Agama (Lensa) Sukabumi, Mahbub Alparisi mengatakan sebagian jumlah penderita HIV dan AIDS ditemukan di wilayah perbatasan seperti di wilayah Cisaat dan Palabuhanratu, Kedua wilayah ini memang penyumbang korban terbanyak.

Mahbub menambahkan, melihat fenomena terus bertambahnya angka ODHA, Pemkab Sukabumi harus serius mencegah perkembangannya. Apalagi pertambahannya cenderung semakin mencemaskan. “Pemerintah harus segera turun tangan dan lebih serius tidak menganggap persoalan ODHA sepele,” tegasnya.