Pajang Pelaku Diskriminasi PRT dan Pekerja Anak Untuk Efek Jera

Diterbitkan oleh pada Rabu, 4 Mei 2016 11:40 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 960 kali ditampilkan

MAKASSAR - Para tokoh agama memiliki peranan yang cukup penting dalam hal pekerja rumah tangga dan pekerja rumah tangga anak, terutama dalam memberikan perlindungan bagi para PRT dan PRTA karena mereka sangat rawan mendapat perlakukan tidak menyenangkan dan diskriminasi.

Penegasan ini disampaikan oleh Direktur LSM Jarak Ahmad Marzuki dalam lokakarya penguatan peran tokoh agama dalam mempromosikan kerja layak bagi PRT dsn PRTA di remcy hotel Rabu (04/05/2016).

"PRT perlu dilindungi karena buruknya kondisi kerja karena mengalami diskriminasi pelecehan, eksploitasi, dan ini butuh perhatian dari semua kalangan, termasuk tokoh agama,"ujarnya. pada awak media.

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu yang dapat dilakukan untuk memberikan perlindungan pada PRTA dan PRT dengan menciptakan kondisi kerja layak bagi mereka.

Hal senada  diungkapkan juga wakil gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'man, Wagub menegaskan bahwa sangat memprihatinkan dengan kondisi banyaknya anak yang bekerja baik itu sektor formal dan non formal.

Menurutnya yang menjadi masalah dalam PRTA adalah alasan kenapa anak-anak yang bekerja. " Biasanya yang mendorong anak-anak bekerja karena masalah pendidikan, karenanya kita memprogramkan pendidikan gratis dengan harapan adanya peningkatan indeks manusia, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang tidak mengecap pendidikan," ujarnya dia.

Karenanya dia sangat merespon adanya dorongan dari kalangan tokoh lintas agama dalam mencegah terjadinya anak menjadi PRTA, Agus menegaskan bahwa adanya pekerja anak dikarenakan adanya kelompok tertentu yang menyuplai anak-anak untuk bekerja. "Saya harap para pelaku yang mempekerjakan anak bisa dipasang fotonya di publik sehingga menimbulkan efek jera dan rasa malu," tegasnya.

Sementara itu Ketua LPA sulsel Fadiah Mahmud menyatakan bahwa lokakarya ini diharapkan bisa merumuskan dalam memberikan perlindungan bagi PRT dan PRTA. "Kegiatan ini merupakan kerjasama ILO dan Jarak yang memiliki perhatian dalam masalah PRT dan PRTA," ujarnya.