Diskriminasi Waria Terhadap Dunia Pendidikan, Keluarga dan Masyarakat

Diterbitkan oleh pada Kamis, 12 Mei 2016 19:41 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 1.349 kali ditampilkan

MAKASSAR - Tak selamanya waria itu hanya menjadi penyakit masyarakat, tapi tidak sedikit juga waria yang berprestasi dan memiliki karya yang patut dibanggakan.

Salah satunya seperti yang diraih oleh para waria yang berada dalam naungan Kerukunan Waria Makassar (KRWM). 
Para waria yang ada dalam komunitas ini, memiliki seribu prestasi yang membanggakan, terkininews.com (12/05/2016).

Selain melakukan pendampingan dan advokasi terhadap sesama waria, mereka juga memiki prestasi dibidang akademik.

Ime dan Angel (Raja Alam Putra), adalah beberapa waria yang merasa tersisi meski mereka semua adalah bagian dari dunia pendidikan yang berkompeten dan berkelanjutan.

Dalam hal ini mereka menyampaikan keinginan dan rasa agar dapat di terima oleh masyarakat dan keluarganya sendiri.

Angel, ketua Komunitas Waria Makassar misalnya dari prestasi akademik ternyata menyandang gelar S2, bahkan S1nya dia lulus cumlude di salahsatu perguruan tinggi makassar meski diakuinya banyak diskriminasi dan tantangan yang dihadapi selama proses pendidikannya.

Dia sedikit menjelaskan saat praktek lapangan di kabupaten takalar, dimana dia dilarang naik kapal hanya karena kepercayaan dan mitos bahwa banci itu pembawa sial dan tidak akan mendapat ikan hanya ada banci ikut dikapal, " memangnya ikan di laut itu tau kalo diatas ada waria" ketus dia dengan candaan.

Sementara Ade dari PKBI Sulsel untuk inklusi berharap agar melalui program inklusi ini mereka tidak lagi nongkrong di pinggir jalan. Papar Ade Ce Organiser peduli waria, menurutnya juga tantangan dari keluarga datang  dari kakaknya yang menolak dirinya.

Sedang support terbesar dari ibunya. Sebelum menjadi seperti saat ini, diapun pernah menjadi PSK waria, pengalaman pahitnya pernah di massa oleh salah satu ormas keagamaan di makassar.

Sedang polisi tidak mengubris laporannya sama sekali, akhirnya dia hanya bisa pasrah dengan adanya diskriminasi juga dirasakan oleh ade, salah seorang waria yang selama ini aktif membina waria yang ada di Makassar.