Gaji Ke-13 dan THR PNS Bisa Bikin Surplus

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 30 Mei 2016 11:52 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 880 kali ditampilkan

JAKARTA - Pencairan gaji ke-13 dan 14 pegawai negeri sipil (PNS) seluruh Indonesia diprediksi menyebabkan sebagian masyarakat mengalami surplus keuangan menjelang Lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah. Surplus keuangan itu diprediksi membuka potensi berinvestasi sebagian masyarakat semakin besar.

Namun, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Cirebon, M Abdul Majid Ikram memaparkan, surplus keuangan itu tak berpengaruh kepada pergerakan ekonomi di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), Jawa Barat. Karena, menurut pria yang akrab disapa Majid itu, penyaluran kredit untuk investasi di Ciayumajakuning masih jauh di bawah kredit di sektor konsumsi.

"Dari catatan kita, dari total penyaluran kredit di Ciayumajakuning senilai Rp28,8 triliun, untuk sektor investasi sendiri hanya ada di kisaran Rp2,7 triliun, masih kalah bahkan dari sektor konsumsi senilai Rp14,6 triliun dan sektor modal kerja senilai Rp11,4 triliun," ujar Majid dalam temu media di Grage Sangkan, Kuningan, Jawa Barat, Senin (30/5/2016).

Majid justru lebih mengkhawatirkan efek psikologis dari pencairan yang dilakukan sekaligus oleh pemerintah. Hal tersebut akan memunculkan para spekulan yang menaikan harga dari semestinya. Kenaikan harga itu lah yang menjadi fokus pembenahan BI KPw Cirebon dalam Ramadhan dan libur Idul Fitri mendatang.

"Kita khawatir, begitu pedagang tahu gaji para PNS cair sekaligus, mereka langsung menaikan harga pasaran. Itu yang kita jaga. Jika secara pergerakan ekonomi, tak ada perubahan signifikan dari fenomena ini, terutama di Ciayumajakuning," papar Majid.