SDN 7 Letta Bantaeng Belajar Menulis Gerakan Inspiratif

Diterbitkan oleh pada Selasa, 31 Mei 2016 16:20 WIB dengan kategori Pendidikan dan sudah 1.022 kali ditampilkan

BANTAENG - Peningkatkan ketrampilan literasi siswa dalam program inspiratif yang bisa dicontoh sebagai upaya mengasah keterampilan siswa dalam menulis, yang Salah satunya SDN 7 Letta sebagai salah satu sekolah mitra USAID PRIORITAS. terkininews.com selasa (31/05/2016).

Program khusus pelatihan menulis untuk kelas IV, V, dan VI dengan nama Bengkel Menulis yang diadakan sekolah secara rutin dua minggu sekali selama dua jam dan salah satu metode menulis yang diterapkan dalam bengkel menulis tersebut adalah dengan membimbing siswa melakukan curah gagasan dan membuat peta konsep sebelum membuat tulisan. Ungkap Hasnawiyah guru pembimbing kelas VI.

Salah satu siswa kelas VI ini belajar membuat tulisan tentang berkebun. Lewat curah gagasan,  dia menulis apa saja secara acak segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan berkebun. Misalnya secara acak dia menulis mangga, mentimun, sabit, cangkul, tanah, air, urea, dan lain-lain.  

Setelah selesai mencorat-coretkan semua gagasan terkait kegiatan berkebun, Ibu Hasnawiyah meminta dia mengelompok kan apa yang dia tulis dalam kategori-kategori, misalnya tanah dan air masuk dalam kategori lahan,  semua jenis buah-buahan masuk kategori tanaman, dan seterusnya.

Kategori-kategori itu kemudian dibuatkan mind mapping. Caranya dengan  menulis besar-besar kata “berkebun” di tengah kertas, dilingkari, dan ditulis tanda panah menunjuk ke  kategori yang sudah dia susun sebelumnya: tanaman, lahan, pupuk, dan sabit.

“Saya kemudian meminta dia menentukan kategori mana  yang paling  layak dikembangkan menjadi paragraf pertama,” ujar Hasnawiyah.   Puji, oleh karena itu, mengembangkan kategori lahan menjadi tulisan seperti berikut: Kakekku mempunyai lahan di samping rumah, Lahan itu sangat luas, Aku biasa ikut bersama kakek ke lahan. Bermain air dan tanah. Dalam tulisan ini, sebagian kata-kata hasil brainstorming tidak digunakan, sebagian juga digunakan. 

Untuk paragraf kedua dia pilih kategori sabit, dan dia menulis sebagai berikut: Kakekku biasa membawa cangkul dan sabit. Puji mengembangkan semua kategori  yang ia susun menjadi paragraf-paragraf.

Tulisan tersebut masih  draf dan mesti dikoreksi oleh guru  yang bertindak sebagai editor mengoreksi tata bahasa yang digunakan, menambah beberapa kata yang kurang, dan memberikan saran kalimat mana yang perlu dikembangkan lebih jauh. berdasarkan editan guru, maka Puji menuliskan kembali tulisan itu menjadi lebih tertata dan panjang.

Dengan praktik yang lebih sistematis semacam ini. para siswa di SDN 7 Letta secara perlahan mampu menulis dengan lebih sistematis dan lebih baik. Hasil tulisan-tulisan siswa tersebut bisa dilihat di dinding-dinding SD 7 Letta. “Hasil tulisan mereka menjadi panjang-panjang dan sistematis. Tulisan yang dipajang ini juga menjadi bahan belajar bagi siswa yang lain,” ujar Hasnawiyah.