Kampanyekan Undang-Undang Perdamaian, HWPL Kumpulkan 500.000 Tanda Tangan
Terkininews - Dapatkah hukum menghentikan peperangan jikalau 500.000 tanda tangan dikumpulkan, di sebuah negara di Seoul, Republik Korea setidaknya 300.000 orang berkumpul secara serentak di ratusan kota termasuk Seoul, New York, Sydney, dan Shanghai untuk Peringatan Tahun Ketiga atas Deklarasi Perdamaian Dunia: Undang Undang Perdamaian yang diselenggarakan oleh HWPL pada di zona waktu masing-masing, terkininews.com selasa (31/05/2016).
Dengan melibatkan banyak orang yang bersemangat dalam merindukan perdamaian, di Gerbang Perdamaian Dunia Taman Olimpiade Seoul ini secara khusus merekam dan mengabadikan banyak moment tatapan mereka.
Peringatan tahun ini menitik beratkan pada kegerakan penegakan hukum perdamaian dunia, Undang Undang Perdamaian, yang telah dilansir beberapa waktu lalu untuk menghentikan peperangan dengan membuat sebuah produk hukum yang sesuai dengan Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Peperangan (DPPP).
DPPP ini unik karena menyertakan beberapa peraturan yang bertujuan pada penyelesaian konflik, pengurangan potensi perang, mengubah kegunaan senjata perang menjadi alat yang lebih berguna bagi kehidupan manusia dan mengundang semua warga untuk terlibat pada promosi aktif atas sebuah budaya perdamaian yang berkelanjutan.
Kampanye Undang Undang Perdamaian ini memanggil warga dunia bersatu menyampaikan keinginan positif untuk perdamaian dengan menambahkan tanda tangan mereka.
Menurut HWPL, per tanggal 25 Mei 2016, sudah terkumpul lebih dari 500.000 tanda tangan dari 154 negara dalam waktu kurang dari 2 bulan dan banyak pemimpin negara telah menuliskan surat resmi mereka untuk mendukung DPPP.
Jumlah tandatangan ditargetkan mencapai 2.000.000 di akhir tahun 2016 ini, menandai peringatan tahun ketiga, dalam kesempatan ini keluarga perdamaian kita harus mendapatkan mata dan telinga mereka di tempat ini Apa yang harus kita wariskan untuk generasi mendatang adalah hal kemanusiaan yang baik dan umum, perdamaian.
Tidak akan ada warisan lebih besar dari pada perdamaian dan hal itu tidak akan dicapai oleh usaha satu orang saja, oleh karena itu kita semua harus menjadi utusan perdamaian ungkap Lee selaku Ketua HWPL dalam pidato peringatan ini.
Sejak proklamasi dari Deklarasi Perdamaian Dunia pada 25 Mei 2013, HWPL telah mengajukan usulan hukum internasional untuk penyusunan sebuah alat hukum yang mengikat semua negara untuk disahkan dan mempromosikan sebuah budaya perdamaian serta penghentian seluruh peperangan melalui DPPP.
Seorang pemimpin pemuda Korea berkata pada sesi wawancara, Organisasi ini telah membuat kemajuan besar dalam mencapai inisiatif perdamaian. Sangat menarik untuk melihat pekerjaan apa yang akan terjadi di waktu mendatang akan disiarkan secara langsung melalui situs HWPL dan foto serta video terbaru juga telah diunggah di halaman Facebook Legislate Peace Campaign.
Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL), sebuah NGO yang terdaftar di DPI PBB, dan dikenal secara internasional sebagai organisasi perdamaian dunia
HWPL telah menjadi pionir atas berbagai kegiatan perdamaian di antaranya kantor World Alliance of Religions Peace (WARP), sebagaimana juga menyelenggarakan seminar pendidikan perdamaian, gerak jalan perdamaian, dan berbagai forum perdamaian melibatkan International Womens Peace Group (IWPG) dan International Peace Youth Group (IPYG).
Deklarasi ini memanggil setiap orang bekerja lebih jauh dalam mewujudkan perdamaian dunia, membuatnya menjadi nyata di lingkungan masing-masing.
Kampanye Undang Undang Perdamaian adalah sebuah kegerakan pendukung Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Peperangan (DPPP) sedang dikembangkan menjadi produk hukum yang wajib dilakukan.

