Elpiji 3 Kg Tembus Rp22.000/Tabung
LUBUKLINGGAU - Di bulan suci Ramadan 1437 H, permintaan gas elpiji 3 kg mengalami peningkatan.
Namun masyarakat mengeluhkan tingginya harga gas elpiji 3 kg yang mencapai Rp20.000-22.000 per tabung. Rohma, 35, salah seorang penjual takjil di lapangan eks Kompi Taba Pingin mengeluhkan, saat ini harga elpiji 3 kg di warung mencapai Rp21.000 per tabung, sedangkan sebelumsebelumnya hanya Rp17.000-19.000 per tabung.
”Jangan naik-naik lagi pak, harga segitu sudah mahal bagi kami, katanya di pangkalan harga lebih murah, tapi rumah kami jauh dari pangkalan,” ujarnya.
Sementara, Pemerintah Kota Lubuklinggau meng imbau masyarakat Kota Lubukling gau agar membeli gas elpiji 3 kg di pangkalan jika tidak mau membeli dengan harga melambung tinggi, sebab harga di warung-warung Rp 22.000 tabung.
Harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pe merintah Kota Lubuklinggau untuk gas elpiji 3 kg di agen Rp13.800, sedangkan di pangkalan Rp14.800.
Kasubag Bina BUMD dan Lembaga Permodalan Bagian Perekonomian Setda Lubuklinggau, Aliyan Fauzi me nerang kan, HET elpiji 3 kg untuk di agen Rp13.800 dan di Pangkalan Rp14.800, setiap pangka lan wajib memasang merek harga sesuai HET.
”Jadi setiap pangkalan itu wajib memasang merek harga sesuai HET, soal harga di warung yang mencapai Rp20.000 kita tidak bisa membatasi, hanya saja kalau tidak mau harga segitu jangan beli di warung, belilah di pangkalan,” im buhnya.
Untuk Kota Lubuklinggau, lanjutnya, terdapat 152 pangka lan yang tersebar di 72 kelura han dan 2 SPBE, jadi kalau tidak mau membeli gas elpiji 3 kg dengan harga sela ngit, masyarakat disarankan tidak mem belinya di warung agar tidak mendapat harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan harga di pangkalan. (okz)

