KPK Periksa Sekretaris MA Nurhadi untuk Keempat Kalinya
Jakarta - ???Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dijadwalkan kembali untuk diperiksa penyidik KPK untuk keempat kalinya hari ini.
Sama seperti pemeriksaan sebelumnya, hari ini Nurhadi kembali diperiksa sebagai saksi atas tersangka Doddy Aryanto Supeno (DAS) terkait kasus suap Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).
"Iya. Masih melanjutkan pemeriksa sebelumnya, masih seputar hubungannya dengan DAS untuk kasus PN Jakpus," ujar Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak saat dikonfirmasi, Jum'at, (10/6/2016).
Pada pemeriksaan terakhir yang dilakukan pada (3/6), Nurhadi mengaku tak kenal dengan Doddy Aryanto Supeno, tersangka yang diduga menyuap panitera PN Jakpus Edy Nasution.
"Enggak tahu," kata Nurhadi singkat begitu keluar dari gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (3/6/2016) sekitar pukul 17.50 WIB.
Nama Nurhadi santer dibicarakan publik belakangan ini. Rumahnya digeledah KPK pada 21 April 2016 dan menyita uang Rp 1,7 miliar, yang di antaranya ditemukan di kloset. Nurhadi juga telah diperiksa 3 kali untuk kasus Edy Nasution dan satu kali untuk anak buahnya yang juga tertangkap basah KPK menerima suap yaitu Kasubdit Perdata MA Andri Tristianto Sutrisna. Selain itu, orang dekat Nurhadi juga ikut diperiksa KPK, yaitu:
1. Tin Zuraida, istri Nurhadi. Status saksi dan usai pemeriksaan di KPK, Tin tidak memberikan keterangan kepada wartawan.
2. Royani alias Pak Roy. Royani merupakan sopir Nurhadi dan telah dipanggil dua kali sebagai saksi tapi tidak hadir. Alhasi, Roy dikenakan status pencegahan ke luar negeri.
3. Brigadir Polisi Ari Kuswanto. Ajudan Nurhadi ini dipanggil KPK dua kali tapi tidak memenuhi panggilan.
4. Brigadir Polisi Dwianto Budiawan. Ajudan Nurhadi ini dipanggil KPK dua kali tapi tidak memenuhi panggilan.
5. Brigadir Polisi Fauzi Hadi Nugroho. Ajudan Nurhadi ini dipanggil KPK dua kali tapi tidak memenuhi panggilan.
6. Ipda Andi Yulianto. Ajudan Nurhadi ini dipanggil KPK dua kali tapi tidak memenuhi panggilan.
7. Kasirun alias Jenggot, pegawai di rumah Nurhadi.
8. Sairi alias Zahir, pegawai di rumah Nurhadi.
Wartawan telah berulang kali meminta konfirmasi kepada Nurhadi terkait permasalahan di atas tetapi ia selalu tidak mau berkomentar.(detik)

