Maraknya Petasan di Bulan Ramadahan
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah bagi umat muslim di dunia khususnya Indonesia, dimana pada bulan ramadhan ini kita harus hidupkan dengan meningkatkan iman dan taqwa.
Dimalam hari atau saat tarawih di bulan ramadhan masjid-masjid dan mushola ramai terisi jamaah untuk melaksanakan ibadah solat sunah tarawih dan setelah itu dilanjutkan dengan tadarusan atau membaca surat suci Al-Quran. Namun disaat para jamaah melaksanakan sholat tarawih dan tadarusan disaat itu juga anak-anak meramaikan dengan bermain atau membakar petasan. Namun, saat memasuki bulan Ramadhan suara petasan yang memekakkan telinga juga membuat orang terganggu saat melaksanakan ibadah. Mereka yang memainkan petasan mendatangkan kesenangan tersendiri bagi pelakunya, namun dibalik perilaku tersebut terdapat hal-hal negatif yang dapat di timbulkan. Orang tua sangat memiliki peran yang besar untuk mencegah bermain petasan, orang tua perlu memberikan nasehat dan memberitahu bahwa bermain petasan tidak memberikan manfaat positif bagi anak-anak ataupun pelakunya
Selain terdapat dampak negatif dan berbahaya, Islam memandang bahwa petasan dan sejenisnya juga merupakan hal yang tidak berguna dan pemborosan. Mungkin kita pernah mendengar istilah Petasan = Bakar Uang. Istilah ini memiliki pengertian bahwa membeli petasan merupakan pengeluaran yang sia-sia atau tidak bermanfaat sama sekali, dan hanya menghambur-hamburkan uang semata. Allah SWT menegaskan dalam fimanNya: “Dan janganlah kamu hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros – pemboros itu adalah saudara – saudara syaitan”. (QS. Al-Isro’: 26-27).
Dalam hal ini saya dapat menyimpulkan bahwa maraknya bermain petasan di bulan Ramadhan sangat menggangu saat jamaah melaksanakan ibadah dan tadarusan. Dan dibalik itu juga terdapat dampak negatif dan berbahaya bermain petasan. Islam juga memandang petasan sama dengan membakar uang, dalam hal ini merupakan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat sama sekali.

