Petugas Temukan Ayam Kedaluarsa di Supermarket
MALANG -- Petugas gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pasar, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh (BKP3), Satpol PP, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kabupaten Malang melaksanakan sidak, Selasa (14/6).
Dalam sidak ini, petugas menemukan daging ayam kedaluarsa yang di jual di supermarket.
Sidak menyasar pasar tradisional dan supermarket yang tersebar di Kabupaten Malang. Di dua supermarket yang berada di Kecamatan Singosari, petugas menemukan daging ayam kedaluarsa masih berada di rak penjualan. Daging ayam kedaluarsa tersebut ditandai dengan warna daging yang mulai membiru.
Di supermarket pertama, daging ayam kedaluarsa diletakkan berdampingan dengan daging yang masih segar. Sedangkan di supermarket kedua, daging ayam kedaluarsa dilabeli diskon hingga 50 persen. Kepala BKP3 Made Ayu Anggraeni menyayangkan penjualan daging kedaluarsa itu. "Harusnya daging ayam kedaluarsa disingkirkan, bukannya di jual dengan harga murah," katanya saat sidak.
Efek konsumsi daging kedaluarsa dapat mengakibatkan sakit perut. Daging tak layak jual itu juga dapat memicu penyakit tipus. Petugas kemudian memerintahkan pengelola supermarket menarik penjualan daging-daging yang kedaluarsa tersebut.
Store manager Kartiko Wahyudi menerangkan daging ayam yang masih ada di rak penjualan sebetulnya ditarik setiap pagi. "Cuma karena sidak pagi-pagi kebetulan kami belum sempat menurunkan dari rak penjualan," papar Kartiko.
Ia mengakui supermarket memang memangkas harga daging ayam dan sayuran yang mendekati masa kedaluarsa. Namun, diskon diberikan pada hari yang sama. "Kami memberikan diskon pukul 18.00 hingga 22.00, daging yang belum laku tidak akan dijual lagi," jelasnya. (rol)

