Persiapan Hadapi Mudik Lebaran, Dishub Lingga Gelar Rapat

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 27 Juni 2016 17:39 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.239 kali ditampilkan

LINGGA - Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga mengadakan rapat persiapan bersama instansi terkait jelang menghadapi mudik lebaran Idul Fitri 1437 hijiriyah, Senin (27/06).

Rapat persiapan tersebut dilakukan pihak Dishub untuk mengantisifasi keselamatan dan kenyamanan penumpang selama arus mudik lebaran baik itu di jalur Laut, Udara, maupun di Darat.

"rapat ini kita adakan untuk memfasiltasi dan mengantisipai jelang mudik lebaran nanti," kata Selamat, Kabid Laut dan Udara di Kantornya usai mengadakan rapat, Senin (27/06).

Selamat mengatakan dalam persiapan tersebut pihaknya akan lebih fokus kepada transportasi darat yang berada di Singkep. Karena mayoritas pemudik lebih banyak berada disana. Sementara di Daik Lingga, kata Selamat insyaallah masih bisa diantisipasi karena jumlah pemudik tidak begitu banyak.

"Transportasi darat kita fokuskan ke singkep, kalau di daik untuk dijalur pelabuhan sungai tenam saja, karna pelabuhan tersebut sudah beroperasi hari ini," katanya.

Sementara itu untuk persiapan dijalur laut, kata Selamat ada enam armada reguler yang akan memfasilitasi penumpang jelang mudik nanti. Enam kapal tersebut belum termasuk penambahan.

"Untuk di laut, ada 6 Armada yang kita siapkan, itu belum termasuk penambahan. Penambahan nanti akan kita lakukan apabila jumlah penumpang melebihi kapasitas, tapi tetap akan kita siagakan. Biasanya pada H-4 menjelang lebaran penambahan armada reguler sudah dilakukan," tuturnya.

Untuk memaksimal pengamanan saat lebaran nanti Selamat katakan, pihaknya akan mengaktifkan posko pelayanan mudik Idulfitri. Posko tersebut disiagakan menyebar kesetiap pelabuhan penumpang domestik yang aktif seperti di Jagoh, Tanjung Buton, Pancur, Senayang, Sungai Tenam, dan Rejai.

"Rabu ini kami aktifkan. Posko pelayanan ini akan disiagakan sepanjang berlangsungnya arus mudik," ungkapnya.

Selamat memprediksi, penumpukan penumpang datang akan terjadi pada pelabuhan Jagoh, sementara untuk keberangkatannya akan lebih banyak di pelabuhan Roro.

Untuk itu, melalui saran dari pihak terkait didalam rapat, sistem kendali angkutan darat di pelabuhan Jagoh dibuat dengan pola regulasinya terpusat atau sentral.

"Jadi untuk angkutan darat, baik itu dari organisasi angkutan darat Singkep Jaya maupun Metro Singkep, diberikan nomor antrian. Pihak posko yang mengatur tiap angkutan mengangkut 5 sampai 6 penumpang," tuturnya.

Dia berharap, dengan pola itu dapat lebih menertibkan kondisi pelabuhan Jagoh yang memang memiliki kelemahan pada ruang parkir kendaraannya.

Diluar itu, terkait kondisi cuaca yang pancaroba, Dishub dalam rapat tersebut juga memastikan ada koordinasi yang intensif antara Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dabosingkep dengan pihak armada pelayaran.

"Mereka (BMKG) melaporkan, sudah membentuk grup telegram bersama seluruh operator kapal di Kabupaten Lingga, untuk setiap saat mengupdate prakiraan cuaca. Saat ini sudah ada 15 armada dalam grup tersebut," ujar Selamat.

Dia berharap, kondisi mudik tahun ini tidak terlalu jauh dari prediksi awal. Agar semua kesiapan mampu dijalankan dengan baik.

"Kami juga terus melakukan koordinasi dengan posko-posko pelayanan lainnya di pelabuhan, seperti Kepolisian, Kesehatan dan sebagainya," tutupnya.