Ahok Merasa Ditipu Terkait Pembelian Lahan di Cengkareng

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 28 Juni 2016 08:47 WIB dengan kategori Jakarta dan sudah 1.044 kali ditampilkan

JAKARTA - ?Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menduga, adanya permainan dalam kepemilikan sertifikat lahan di Cengkareng, Jakarta Barat. Hal itu lantaran, lahan tersebut merupakan milik Pemprov DKI.

Tanah seluas 4,6 hektare yang berada di Jalan Lingkar Luar Cengkareng, Cengkareng Barat, Jakarta Barat itu diketahui bersertifikat ganda. Karena, selain dimiliki oleh Pemprov DKI, sertifikat tersebut juga dimiliki oleh warga bernama Toeti Noezlar Soekarno yang tinggal di Bandung, Jawa Barat.

"‎Kita enggak tahu apa ini permainan sudah belasan tahun yang lalu. Surat-surat seperti ini tapi yang pasti ada oknum dalam terlibat karena ada surat keterangan Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) itu juga punya dia," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Mantan Bupati Belitung Timur itu memastikan, pihaknya akan melaporkan ‎peristiwa ini kepada Bareskrim. Sebab, pembelian lahan tersebut merupakan penipuan.

‎"Tapi ditangan mereka diganti. Jadi kita koordinasi dengan Bareskrim agar segera dilapor resmi untuk tindak lanjut. Ini ada penipuan mesti tanya jelasnya kepada Kepala Dinas Perumahan," terangnya.

Selain melapor ke Bareskrim, Pemprov DKI juga melaporkan pembelian lahan tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, suami Veronica Tan itu mengendus terdapat gratifikasi terhadap pembelian lahan ini.

"Kalau beli barang sendiri pasti penipuan dong. Tapi sekarang bisa enggak kita nyalahin perumahan? Ini kita proses saja. Ini kita sudah lapor KPK. Ini ada hubungannya dengan gratifikasi dengan yang dilaporankan dulu," tandas Ahok. (okezone)