Penerimaan PTT Jalur Culas Timbulkan Protes

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 30 Juni 2016 12:05 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.429 kali ditampilkan

LINGGA - Isu penerimaan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Jalur Culas di Kabupaten lingga menuai pembicaraan dari segelintir golongan masyarakat. Hal ini dianggap tidak adil karena tidak ada transparansi dalam proses penerimaannya.

Ditengah banyaknya program dari Kabupaten Lingga, pihak pemkab justru malah menimbulkan pembicaraan miring dari masyarakat dengan menerima 23 orang PTT tanpa test dan alur penerimaan yang jelas.

Hal ini tentu saja akan menumbulkan pertanyaan dari masyarakat kepada Bupati dan Wakil Bupati Lingga mengenai keseriusan dalam menanggulangi kasus korupsi, kolusi dan nepotisme yang sudah mendarah daging di Kabupaten Lingga.

Kekecewaan tersebut diutarakan WN salah seorang honorer yang sudah sejak lama mengabdi di pemerintahan Kabupaten Lingga. Dia katakan, pengangkatan 23 PTT tersebut tidak transparan atau terkesan ditutup-tutupi. Hal tersebut berani dia utarakan sebab menurutnya memang perihal pengangkat tersebut secara diam-diam terlebih yang diangkat hanya orang-orang yang dekat dengan pemerintah atau pejabat terkait saja. 

"Tidak ada test terbuka untuk PTT. Tapi, tau-tau ada PTT yang baru langsung diangkat. Sementara kawan-kawan kita masih banyak yang honorer lebih dari 7 tahun tanpa nasib yang jelas sampai sekarang," ungkapnya, Rabu (29/6).

Hal ini tentu saja karena adanya anggapan bahwa PTT merupakan jabatan yang lebih menjanjikan dibanding tenaga harian lepas (THL) atau honorer, karena gaji yang diterima PTT lebih besar yaitu sejumlah UMK dibanding dengan gaji THL yang dibawah UMK dan harus menunggu setidaknya 3 bulan dalam sekali penerimaan gaji, yang tentunya akan menimbulkan kecemburuan sosial.

"Kenapa tidak dibuka test PTT saja, biar sama-sama kita berkompetisi secara sehat," cetusnya.

 

Hal ini, meski dianggapnya curang namu telah terjadi. Tetapi untuk kedepan harapannya adalah keterbukaan pemerintah dalam memimpin dan kebijakan sangatlah perlu dipaparkan dikalangan masyarakat luas. (keprisatu)