Ini Perubahan Yang Seharusnya Terjadi Setelah Sebulan Puasa

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 4 Juli 2016 21:35 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.092 kali ditampilkan

JAKARTA - Apakah Berat Badan Anda Sudah Turun di Sisa Sepuluh Hari Terakhir Ramadan Ini? Sudah dua pertiga perjalanan puasa Ramadan kita lalui.

Bagaimana rasanya badan Anda, bertambah ringan atau malah tambah berat tak karuan?

Mau tahu bagaimana cara mengetahuinya. Sederhana saja, coba timbangan dan ukur berat badan Anda. Jika berat badan turun, berarti Anda telah melakukan puasa sesuai anjuran.

Namun, bila berat badan tetap atau bahkan naik, itu berarti Anda salah dalam memaknai puasa, karena tidak melakukan pengendalian diri dalam hal mengonsumsi makan dan minum.

"Padahal kita sudah dikasih kesempatan untuk mengatur makan selama puasa Ramadan. Jika kita tetap terus makan berlebih-lebihan di sisa puasa ini kondisi ini akan tambah parah lagi. Berat badan kita akan naik berlebih-lebihan dan bahkan lebih parah dari pada sebelum puasa," jelas Praktisi Klinis dan Pengamat Kesehatan, Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH,MMB dalam keterangan tertulisnya.

Apalagi, lanjut dia, saat Lebaran sangat berat bagi kebanyakan orang untuk tidak makan berlebih-lebihan lantaran semua makanan yang tersaji begitu menggugah selera.

"Kalau kita tetap tidak bisa mengendalikan diri, takwa yang menjadi harapan kita setelah Ramadan menjadi jauh dari harapan. Karena mestinya setelah Ramadan kita akan lebih baik untuk semua hal termasuk juga dalam hal mengendalikan makan kita," imbuhnya.  

Untuk itulah Ari menyarankan untuk melakukan evaluasi apakah ada yang salah dalam menu makanan kita baik saat sahur maupun berbuka. Sebab bila menjalani puasa dengan benar, maka tubuh akan mengalami penurunan berat badan.

"Asupan makan yang kurang selama berpuasa akan menyebabkan asupan kalori berkurang. Hal ini akan berdampak pada penurunan berat badan. Jadi, kalau berat badannya tidak turun bahkan malah naik, itu berarti puasanya tidak dijalani  dengan baik karena tidak bisa mengendalikan nafsu makannya," urainya panjang lebar.

Lebih lanjut Ari menjelaskan bahwa dampak dari mengurangi makan selama menjalani puasa Ramadan, akan berpengaruh pada menurunnya radikal bebas yang bersifat 'racun’ bagi tubuh, dan sebaliknya antioksidan (antiracun) dalam tubuh justru akan meningkat.

Selain itu, Ari juga menyarankan agar saat berbuka tidak mengonsumsi banyak takjil yang bermacam-macam. Menurutnya, saat berbuka cukup makan 3 buah kurma dan semangkuk kecil kolak, serta minum air putih hangat.

"Makan besar saat buka puasa usahakan hanya satu lauk saja. Hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gula pasir yang membuat asupan kalori menjadi tinggi. Banyak konsumsi buah dan sayur-sayuran," tuturnya. (suara)