IKBKL Minta Aparat Tertibkan Sapi Berkeliaran

Diterbitkan oleh Redaksi pada Sabtu, 30 Juli 2016 21:12 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 698 kali ditampilkan

LINGGA - Persoalan sapi yang berkeliaran di jalan raya yang mengakibatkan laka lantas di sejumlah jalan di Desa Merawang termasuk jalan raya di Daik Lingga, Ikatan Keluarga Batak Kabupaten Lingga (IKBKL) minta aparat dan instansi terkait tertibkan.

Sebagai Sekretaris IKBKL Jamariken Tambunan dan  juga keluarga korban laka lantas Simangoran Simatupang, mengatakan sangat menyayangkan terjadinya laka lantas yang dialami korban. Hal ini tidak serta merta akibat kesalahan pengendara semata. Namun akibat sapi yang dibiarkan oleh tuannya.

Walau hingga saat ini, pihak pemilik sapi belum diketahui.

Menurut Tambunan, pemilik sapi juga  harus bertanggung jawab. Karena korban laka lantas  tukang ojeg Simatupang meninggal dunia.

"Ketika pengendara nabrak sapi di jalan raya,  sapinya lecet, pengendara di tuntut. Sekarang ketika sapi tak bertuan yang nabrak pengendara, yang dituntut siapa?"ujarnya sedikit nada kesal.

Dikatakan, setidaknya ada itikad baik dari pemilik sapi terhadap keluarga korban. Namun sampai hari ini pemilik sapi belum ada yang mengaku. Dan belum ada itikad baik dari pemilik sapi tersebut.

Dengan demikian, Jamariken Tambunan meminta ketegas aparat terkait baik itu ketua RT maupun kepala desa serta aparat penegak perda K3 Kabupaten Lingga atau Satpol PP maupun penegak hukum untuk mengusut persoalan ini.

"Kita minta pihak terkait tegas untuk menertibkan sapi tersebut. Tidak mungkin ada sapi liar di Lingga. Pasti ada tuannya,"tegas Tambunan.

Hingga saat ini, di duga kata Tambunan, ada kelalaian dari pihak terkait. Sehingga hewan peliharaan tersebut berkeliaran. Termasuk dari instansi terkait.

"Kita tahu sapi bantuan dari pemerintah. Ya pemerintah harus tertibkan pemeliharanya, agar sapi dipelihara dengan benar oleh tuannya,"ujar Tambunan.

Terkait persoalan sapi yang berkeliaran di sejumlah jalan raya baik di Daik Lingga atau desa Merawang tersebut Anggota DPRD Lingga Ahmad Nasiruddin, turut berkomentar.

Menurut Ahmad Nashirudin, persoalan ini harus ditanggapi oleh pemerintah. Dalam hal ini tata cara pemeliharaan sapi.

"Yang namanya hewan peliharaan harus di pelihara. Jangan dilepaskan begitu saja,"ujarnya.

Menurutnya, pemilik sapi harus membikin pagar untuk sapi pemeliharaannya. Serta instansi terkait kapan perlu melakukan pembinaan terkait pemeliharaan sapi.

Patut di contoh, kata Ahmad Nashiruddin pola peternakan sapi di Salah satu Kabupaten Kota Payakumbuh Padang Mangateh.

"Disana pola peternakan sapi sudah tertata. Patut kita belajar pola peternakan sapi di sana,"imbuhnya.