Tanamkan Anti Narkotika Sedari Dini
BINTAN - Indonesia yang darurat narkotika perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dan berbagai kalangan, tentunya daerah-daerah yang menjadi rawan narkotika harus siaga atas hal tersebut. Salah satunya Kepulauan Riau yang menempati posisi nomor 4 sebagai pecandu narkotika di Indonesia.
Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut baik preventif maupun represif. Upaya preventif seperti sosialisasi anti narkotika dilakukan oleh berbagai kalangan, salah satunya oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan 2016 yang tergabung kedalamnya yaitu Universitas Andalas, Universitas Riau, UIN Suska Riau, Umrah, Universitas Jambi, Universitas Sriwijaya, UNJ, Universitas Tanjungpura, Universitas Hasanudin, UNM dan Universitas Khairun di SMPN 17 Bintan.
Menurut Muhammad Yusri salah satu peserta KKN Kebangsaan 2016 sebagai pemrakarsa sosialisasi anti narkotika sekaligus mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas mengatakan "Generasi muda penerus bangsa penting untuk dijaga dan diarahkan terutama tantangan zaman yang semakin tinggi. Narkotika adalah musuh kita semua, antisipasi yang harus kita lakukan adalah lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan lebih hati-hati terhadap lingkungan sekitar karena faktor yang mempengaruhi kita akan terjerumus kesana adalah faktor internal dan eksternal. Sedari dini inilah kita mulai ajarkan anti narkotika pada mereka".
Siswa SMPN 17 Bintan menyambut baik sosialisasi anti narkotika ini dengan keaktifan dan antusias mereka dalam mengikuti kegiatan tersebut yang dilakukan di mushalla SMPN 17 Bintan.
Saya sebagai Dewan Guru di SMPN 17 Bintan mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa KKN Kebangsaan 2016 karena bisa memberikan pemahaman anti narkotika kepada siswa-siswi SMPN 17 Bintan tutur Fitrya salah satu guru SMPN 17 Bintan.

