52 Nama SDM Bidang Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan Lingga Telah Dikantongi

Diterbitkan oleh Redaksi pada Sabtu, 13 Agustus 2016 08:09 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 2.732 kali ditampilkan

LINGGA - Untuk menyambut investasi di bidang pertanian, peternakan dan perikanan, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui staf khusus dan tim pendataan putra daerah yang memiliki potensi di bidangnya, beberapa waktu lalu membuka pendaftaran bagi putra daerah yang memiliki kualifikasi pendidikan dan pengalaman di bidang pertanian, peternakan dan perikanan.

Tenaga ahli, khususnya S1 di bidang pertanian, peternakan dan perikanan, yang diprioritaskan putra daerah yang memiliki potensi di bidang tersebut, saat ini nama - nama tersebut telah dikantongi pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Lingga, Rusli Ismail mengatakan, dirinya telah mengantongi sebanyak 52 nama putra daerah khususnya S1 di tiga bidang tersebut. Namun, sejauh ini, secara khusus belum ada petunjuk teknis, karna ini belum ada kerjasama dengan dinas terkait.

"Karna ini kan kebutuhan beliau pribadi (Bupati Lingga, red) untuk mendukung pekerjaan - pekerjaan beliau seperti ubi, kemudian sawah yang beliau bangun dengan Pak Ady itu. Jadi, untuk kita sendiri kita sudah ada disini beberapa orang yang penyuluh sekarang ini," ungkapnya, Rabu (10/08).

Dikatakannya, dalam waktu dekat Loka pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) Tajungpinang, akan mengadakan pelatihan pengadaan penyuluhan di Kabupaten Lingga. Dijelaskannya, Sumber Daya Manusia (SDM) yang saat ini telah terdaftar tersebut, saat ini belum ada naungan. Namun, apabila, nantinya kebetulan perusahan yang membutuhkan mereka tersebut, mereka siap diterjunkan dan sudah siap.

"Sekarang, kan kita mencari penyuluh tidak ada stok. Tidak ada orang, kalau SDM di Lingga dari daftar ini sudah luar biasa. Kalau suadah 50-an itu kalau untuk Lingga sudah tercuper. Kita tidak begitu khawatir dengan SDM ini. Cuma tadi, kebijakan pemerintah, kalau tes secara umum, kita tidak bisa langsung ngambil SDM kita. Tapi kalau ada kebijakan khusus kita sudah siap. Kita prioritaskan putra daerah. Sehingga tidak minta pindah - pindah," terangnya.

Sejauh ini, Masyarakat Kabupaten Lingga banyak tak mengerti terlalu banyak tentang pertanian, sehingga mereka menanggapi hal tersebut seperti biasa - biasa saja. Namun, bagi masyarakat yang mengerti akan pertanian, hal ini merupakan suatu hal yang luar biasa.

"Ini salah satu program penyuluh LPTP, kita mungkin mendatangkan transmigrasi, nah dengan mendatangkan transmigrasi dan sebagainya itu, kalau masyarakat kita tidak tanggap, mereka akan menjadi penonton. Padahal ini peluang untuk mereka dulu kita berikan. Ini kan sangat disayangkan. Kita buka contoh di Panggak Darat, Panggak Darat itu, kita buka hampir 200 Hektar, petaninya tidak sampai 100 orang. Kan itu saja udah rugi, tapi itu sudah dibuka. Kan mau tidak mau kita harus mendatangkan dari luar. Masih untung kalau masyarakat petani desa sekitar mau bergabung disitu," jelasnya.

Tambahnya, dikarenakan sekarang ini belum ada contoh yang menarik, hasilnya belum nampak, kemudian gebrakan yang lain, petaninya belum dari orang Lingga sendiri, masih Bupati serta kawan - kawan lainnya saja, Namun, apabila ketika memang petani itu orang Sungai Besar tersebut betul - betul sudah jadi, tidak mustahil masyarakat yang tak paham bertani akan merasa iri dan ingin ikut bergabung.