Penyaluran KIP Tidak Tepat Sasaran

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 16 Agustus 2016 13:45 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.005 kali ditampilkan

LINGGA - Penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) program pemerintah pusat di sejumlah desa di Lingga tidak tepat sasaran. Salah satunya yakni di desa Bukit Harapan Kecamatan Lingga Utara dua orang penerima kartu tersebut berstatus menikah.

Kepala Desa Bukit Harapan, Akep mengatakan jumlah penerima KIP didesanya sebanyak enam orang siswa. Namun dua orang penerima sudah berstatus menikah dan tidak sekolah lagi.

"Dari enam penerima, dua orang sudah menikah. Dua penerima ini dibatalkan dan dikembalikan,"ujarnya.

Dikatakan,  empat orang siswa penerima KIP di desa Bukit Harapan yakni Lia, Syamsudin, Harmoko, Iir. Keempat siswa tersebut adalah siswa SMK N 2  Peternakan Lingga Timur.

Sedangkan penerima yang berstatus menikah tersebut yakni Eel dan Ujang. "Saat ini dua orang tersebut sudah tidak sekolah lagi setelah menikah," terangnya.

"Data penerima KIP ini langsung dari pusat. Kita tidak tahu juga bagaimana prosedur penerima KIP. Sejauh ini untuk penerima KIP tidak dari desa,"ungkapnya lagi.

Mengenai pembatalan penerima dua KIP terhadap dua orang yang berstatus sudah menikah tersebut, Akep selaku Kepala Desa berencana untuk mengembalikan dua kartu itu ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Koperasi Kabupaten Lingga serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

"Tak bisa kita bagikan. Ini harus dikembalikan ke Dinas Pendidikan. Dan Dinas Sosial."tuturnya.

Untuk kelanjutannya, Akep berharap pendataan lagi kedepannya melibatkan langsung pihak desa, karena bisa saja data dari pusat tidak tepat sasaran.

"Kami memgharapkan desa yang mendata. Data pusat itu tidak tepat sasaran"imbuhnya.