Rumah Rumpuh Hadir Sebagai Pelaku Usaha Gerakan Meng-onlinekan 100.000 UMKM
MAKASSAR, -- Jumlah pelaku usaha industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia terus berkembang setiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tahun lalu jumlah UMKM di Indonesia mencapai 56,5 juta. Dari total pekerja di Indonesia yang mencapai 110 juta orang, 107 juta di antaranya masuk dalam struktur UMKM.
Pengembangan serta pemberdayaan UMKM adalah langkah yang strategis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, terlebih sektor ini memiliki peranan besar dalam menambah lapangan pekerjaan, dan mendongkrak perekonomian Indonesia.
Menyadari pentingnya kontribusi positif UMKM, pelaku UMKM diharapkan mampu bertahan di Negeri sendiri, serta bersaing di pasar global
Sementara itu Eva Dahriana Djafar salah satu pelaku UMKM mengharapkan agar para pelaku UMKM di Makassar yang telah berbasis digital mampu untuk meningkatkan produktifitas pelaku usaha, dimana hal ini sangat menguntungkan.
Peningkatan laba oleh pelaku usaha secara khusus maupun peningkatan PAD Pemkot yang bersinergi dengan tumbuhnya perekonomian masyarakat secara umum, agar UMKM dapat bersaing secara global. Tutur owner Rumah Rumpu Eva Dahriana Djafar. Jum'at (31/03/2017), terkininews.com.
Lebih lanjut Eva menjelaskan tentang Rumah Rumpu diambil dari bahasa bugis yang berarti rumah asap yang melakukan produksi berbahan dasar ikan.
Seperti yang di ketahui bersama bahwa Indonesia adalah Negara Maritim dan penghasil ikan terbesar, maka rumah rumpu hadir.
"Saya berharap ikan asap produksi rumah rumpu dapat hadir sebagai alternatif kebutuhan masyarakat Indonesia" tandas Eva.
Pemerintah berkomitmen untuk mengonlinekan 8 Juta UMKM sampai tahun 2020, dan diharapkan pada akhir 2018 nanti setidaknya sebanyak 2 Juta UMKM sudah Go Online (*)

