Lurah Mario Diduga Belum Maksimalkan Insentif Penilaian RT dan RW Jajarannya

Diterbitkan oleh Adhie pada Selasa, 20 Juni 2017 18:36 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 749 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Meskipun Pemkot Makassar telah berupaya mengefektifkan insentif Ketua RT - RW sebesar Rp 1 juta perbulan di Makassar yang Kendati demikian juga di urut sesuai dengan menilai kinerja RT dan RW.

Insentif ketua RT dan RW tersebut penilaiannya dimulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 1 juta, melalui lurah, Bagian Pemberdayaan Masyarakat Pemkot Makassar, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LSM).

Bahkan tak hanya itu, pucuk pimpinan organisasi pembantu Pemerintah Daerah ini juga akan difasilitasi dengan smart phone (Android).

Kendati demikian hal tersebut hanya merupakan isapan jempol semata bagi Robert Tandungan, ketua RT 02 RW 3 Kel. Mario kec. Mariso.

Dirinya telah menjabat ketua RT sejak tahun 2004, yang diawali dengan menerima honor sebesar 50 rb pada tahun 2008 ketika dijamannya IAS.

Hingga pertengahan 2017 ini dirinya masih tetap mendapatkan honor sebesar 250rb. Sekalipun sebagian indikator telah dia jalankan.

Saat di konfirmasi terkininews.com di kediamannya, Robert Tandungan menyatakan telah berbuat, terbukti dengan adanya lorong garden, lorong Kb. Bahkan menurutnya, dia telah banyak memakai uang pribadi untuk kepentingan pemerintah.

"Pembuatan Buku 10, cuci foto untuk dokumentasi kegiatan, dan uang pribadi juga untuk menggerakkan warga kerja bakti" tapi honor saya lebih kecil dibandingkan RT lain yang belum melakukan sesuatu, ungkap Robert Tandungan

Sementara itu menurut lurah Mario Nawir yang di temui terkininews.com, selasa (20/06/2017), menjelaskan bahwa semenjak dirinya menjabat sebagai Lurah di kelurahan Mario kecamatan Mariso mempertegas kalau sudah tidak ada jajarannya RT/RW yang mempunyai insentif 250 ribu, hampir semua sudah memiliki standar 500 kecuali lurah baru. Tandasnya. (*/)