Optimisme BEI Menjadi Bursa Terdepan di Kawasan ASEAN

Diterbitkan oleh Redaksi pada Jumat, 23 Juni 2017 17:34 WIB dengan kategori Jakarta Bisnis Headline dan sudah 872 kali ditampilkan

JAKARTA, – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus tumbuh seiring dengan inisiatif tiada henti yang dilakukan mulai dari pengembangan profesional pasar modal, kerangka penguatan infrastruktur pasar seperti inisiasi peningkatan fasilitas perdagangan sampai dengan kerja sama internasional.

Mengacu pada hasil-hasil mengesankan yang berhasil diraih di 2016, jajaran Komisaris dan Direksi optimis memandang potensi di 2017 serta kelanjutan langkah menjadi bursa yang terdepan di kawasan ASEAN sesuai arah yang tertuang dalam Master Plan BEI 2016-2020. 

Direktur Utama BEI Tito Sulistio, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI untuk tahun buku 2016, mengatakan Master Plan BEI 2016-2020 memproyeksikan BEI menjadi bursa efek terkemuka di Asia Tenggara mulai tahun 2020. Untuk itu, Manajemen tetap berfokus pada empat pilar utama pengembangan ke depan, yaitu penambahan jumlah investor aktif, peningkatan jumlah perusahaan tercatat, penguatan anggota bursa, dan penguatan ketahanan industri Pasar Modal Indonesia.

Direksi BEI melaporkan hingga akhir tahun 2016, terdapat 187.268 investor yang aktif bertransaksi dalam tahun 2016. Angka ini meningkat 21,3% dari tahun sebelumnya. Jumlah investor aktif di 2016 mencerminkan 35% dari total investor sebanyak 535.994 investor yang terdaftar Single Investor Identification (SID).

Jumlah ini meningkat 23,47% dari jumlah SID pada akhir tahun 2015 yang mencerminkan upaya BEI yang tiada henti dalam usahanya terus menambah jumlah investor perorangan (ritel) di Pasar Modal Indonesia. 

Pendirian Pusat Informasi Go Public (PIGP) menjadi inisiatif BEI yang bertujuan meningkatkan jumlah Perusahaan Tercatat. Keberadaan PIGP diharapkan memudahkan calon Perusahaan Tercatat mengakses data dan memperoleh informasi tentang bagaimana mencatatkan saham di BEI. Hingga tahun 2016 BEI telah membuka lima PIGP di 5 kota besar yakni Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. 

Dari sisi penguatan Anggota Bursa dan ketahanan industri Pasar Modal Indonesia, BEI terus mendukung berbagai upaya penguatan Anggota Bursa seperti dengan melakukan relaksasi margin yang bertujuan mendorong AB dapat bertransaksi lebih banyak saham secara margin yang ditandai dengan pendirian PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) pada 26 Desember bersama dengan Self Regulatory Organization (SRO) lainnya.

BEI juga  terus mendorong terciptanya dan meningkatnya jumlah Wakil Perantara Perdagangan Efek. Bekerjasama dengan The Indonesia Capital Market Institute (TICMI), hingga akhir 2016, BEI telah berpartisipasi dalam menghadirkan sejumlah kalangan profesional dan berlisensi melalui penambahan 814 Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE), 1.151 WPPE Pemasaran, 193 WPPE Pemasaran Terbatas, 641 Wakil Manajer Investasi (WMI), dan 41 Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM).

BEI pun mendukung program Amnesti Pajak serta melakukan penguatan pada infrastruktur perdagangan dengan melakukan inisiasi rencana kerja Pembaruan Sistem Perdagangan. (*)