Opera dan Worldreader Membuat Buku Menjadi Lebih Mudah Dijangkau

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 21 Februari 2018 18:24 WIB dengan kategori Bisnis Headline Jakarta dan sudah 824 kali ditampilkan

JAKARTA, -- Perkembangan Informasi terbuka saat ini bukanlah kendala bagi seseorang untuk mendapatkan referensi yang di inginkan karena daat ini, 265.4 juta masyarakat Indonesia dapat membaca buku, dimanapun dan kapanpun melalui telepon genggam berkat aplikasi Worldreader Mobile Web (WRM-Web) yang dapat diakses dengan mudah melalui Opera.

Perusahaan teknologi pengembang Opera Mini dan browser Opera, hari ini Rabu (21/2/2018), di Jakarta telah menambahkan fitur perpustakaan raksasa, Worldreader sebagai bookmark di aplikasi Opera Mini.

Setiap orang yang memiliki telepon genggam berakses internet dapat memiliki perpustakaan digital yang terdiri dari puluhan ribu judul buku yang disediakan Worldreader melalui Opera Mini.  

Opera dan Worldreader Membuat Buku Menjadi Lebih Mudah Dijangkau  

Sebuah riset dari We Are Social menunjukkan 132.7 juta orang atau sebanyak 50% total populasi masyarakat Indonesia adalah pengguna aktif internet dengan rata-rata waktu akses selama 8 jam dan 51 menit per hari. Angka tersebut secara tidak langsung menjelaskan bahwa saat ini perkembangan internet di Indonesia tumbuh dengan sangat pesat.

Situasi ini kemudian memunculkan pertanyaan apakah sebenarnya yang masyarakat Indonesia lakukan dengan internet.

Per Januari 2018, data dari statista.com menunjukkan sebuah fakta bahwa 44 persen populasi masyarakat dewasa Indonesia menggunakan smartphone untuk mengambil foto dan video dimana hanya tiga persen yang menggunakannya untuk membaca buku maupun majalah digital.

Hal tersebut menyebabkan Indonesia berada di posisi kedua terakhir dalam hal minat baca.

Sebuah studi dari Central Connecticut State University di tahun 2016 mengenai “Most Literate Nations in the World” menempatkan Indonesia sebagai negara ke-60 dari total keseluruhan 61 negara.   

Sementara itu, studi dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan persentase minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0.01 persen atau 1 berbanding 10.000. Salah satu penyebab dari rendahnya minat baca di Indonesia adalah sulitnya akses terhadap buku.

Oleh karena itu, Opera dan Worldreader bermaksud untuk memperluas akses terhadap e-book dan memberdayakan masyarakat Indonesia mengenai pentingnya membaca buku untuk meningkatkan berbagai aspek dalam kehidupan kita.

“Worldreader ingin memastikan bahwa seluruh dunia memiliki akses terhadap buku yang mereka butuhkan dan inginkan. Melalui kerjasama dengan Opera, kami dapat memperluas jangkauan kami termasuk masyarakat Indonesia dan kami pun optimis dapat mencapai target 12 juta pembaca di akhir tahun 2018 ini,” ungkap Colin McElwee, Co-Founder of Worldreader.

Opera kini menempatkan aplikasi Worldreader di tempat yang sangat strategis pada Opera Mini speed-dial, tidak jauh dari Wikipedia karena akses terhadap membaca dan akses terhadap pengetahuan saling melengkapi.

Jatu Anggraeni, Content Editorial Lead Opera Software AS di Indonesia mengungkapkan, “Opera lebih dari sekedar browser. Sebagai perusahaan teknologi terkemuka, kami selalu berkomitmen untuk meningkatkan produk dan terus menghadirkan konten terbaik untuk para pengguna setia kami. Kami percaya bahwa membaca memberikan kesempatan unik untuk dapat lebih memahami suatu topik atau konsep yang ingin kita ketahui dan mampu memperluas pengetahuan serta meningkatkan pengembangan diri dalam berbagai aspek. Kami membawa perubahan ini melalui kerjasama dengan Worldreader, menyediakan lebih dari 40,000 e-book terbaik yang dapat diakses dengan Opera Mini. Kami pun memilih buku yang akan dihadirkan dengan harapan dapat memberikan berbagai buku yang baru, relevan, dan menarik yang tersedia dalam 70 kategori dan dalam 43 bahasa.” (*)

Sumber