Latihan Teknis dan Taktis Yonif 725 Woroagi Resmi di Tutup Kasrem 143/HO
KENDARI, -- Kepala Staf Korem 143/HO Letnan Kolonel Inf. Arif Susanto secara resmi menutup latihan teknis dan taktis tingkat Batalyon Infanteri 725/Woroagi, di Mako Yonif 725/Wrg.
Latihan yang berlansung selama satu minggu tersebut diikuti prajurit Yonif 725/Woroagi dengan penuh semangat serta disiplin yang tinggi, sehingga seluruh rangkaian kegiatan latihan dapat terlaksana dengan baik, sesuai dengan pentahapan latihan yang diinginkan.
Danrem 143/HO dalam amanatnya yang dibacakan Kasrem 143/HO Senin (28/5/2018) mengatakan, dengan berakhirnya latihan teknis dan taktis tingkat batalyon ini, para prajurit Yonif 725/Woroagi yang diproyeksikan melaksanakan tugas pengamanan di Perbatasan diharapkan memiliki kesiapan yang tinggi dalam menghadapi penugasan yang akan diemban.
"Selain itu, materi-materi yang telah dilatihkan, maupun pengetahuan yang telah diberikan, baik yang berkaitan dengan pengetahuan tehnis maupun taktis, hendaknya dijadikan referensi dan pedoman dalam pelaksanaan tugas nantinya," ujarnya.
Untuk itu kata Danrem, materi yang telah dilatihkan harus dikuasai secara maksimal, sehingga pada pelaksanaan tugas pengamanan nanti, diharapkan masing-masing prajurit menguasai dan dapat menyelesaikan setiap kesulitan dan hambatan yang ditemukan dilapangan.
Lanjutnya, skenario latihan yang telah dilatihkan, juga harus dijadikan pedoman, sehingga gambaran tugas yang akan dihadapi nantinya lebih jelas, karena realisme latihan dalam skenario tersebut secara umum mendekati realisme penugasan yang sesungguhnya.
Kata Danrem, mengacu pada keberhasilan berbagai penugasan yang telah dilaksanakan selama ini, diharapkan para prajurit Yonif 725/Woroagi memiliki kemampuan optimal, sehingga dalam penugasan nanti mampu mengatasi situasi di wilayah perbatasan dengan sebaik-baiknya.
"Namun demikian, perlu kalian sadari bahwa bekal pengetahuan, keterampilan serta berbagai pengalaman yang telah kalian terima selama mengikuti latihan Latnistisyon tentu masih perlu diasah dan dilatihkan secara terus menerus serta diperdalam lagi, agar para prajurit nantinya tidak ragu dalam bertindak, utamanya masalah yang menyangkut tentang protap dan aturan yang berlaku di daerah perbatasan," ujarnya lagi.
"Demikian juga tentang pengetahuan Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM), pengetahuan ini harus kalian miliki dan kuasai, apalagi dalam era tehnologi digital dewasa ini, berita/insiden yang terjadi diwilayah perbatasan sangat cepat ter-upload di media massa," imbuhnya.
Danrem 143/HO berharap agar Danyonif 725/Wrg dan perwira staf mulai melatihkan protap penugasan operasi dan memberikan pengetahuan Hukum dan HAM kepada Prajurit 725/Woroagi.
"Dalam penugasan, kalian tidak boleh ragu untuk bertindak atau takut melanggar HAM, karena sepanjang kalian bertindak sesuai dengan prosedur yang berlaku di daerah penugasan, maka tindakan tersebut pasti akan dibenarkan," tegasnya.
"Untuk itu, tekad dan semangat serta keseriusan berlatih yang telah kalian tunjukkan selama mengikuti Latihan Tehnis dan Taktis Tingkat Batalyon ini, hendaknya dijadikan sebagai bekal serta motivasi dalam upaya mengembangkan kemampuan profesionalisme, terutama dalam menghadapi tugas yang akan kalian laksanakan," harapnya.
Danrem menambahkan pengalaman dan pengetahuan yang telah diperoleh selama penyelenggaraan latihan ini, hendaknya dijadikan masukan untuk lebih meningkatkan kualitas latihan berikutnya, sehingga penugasan yang akan dilaksanakan oleh satuan Yonif 725/Woroagi, dilaksanakan dengan sukses. (Darman/Lala)

