Fadli Zon Kritisi Meningkatnya Kecelakaan Transportasi Laut
JAKARTA - Kecelakaan kapal terjadi lagi di perairan Danau Toba berselang empat hari sejak tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang 184 penumpangnya masih berstatus hilang.
Jumat malam (22/6), kecelakaan menimpa KM Ramos Risma Marisi yang mengakibatkan satu orang awak kapal hilang terseret ombak Danau Toba.
"Ini memprihatinkan. Saya ikut berduka cita atas terjadinya kecelakaan-kecelakaan tersebut. Kita semua tentu berharap semoga para korban yang hilang bisa segera ditemukan," ungkap Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, dalam keterangan persnya.
Menurut dia, selain memberikan santunan dan jaminan untuk para korban, hal mendesak yang perlu segera dilakukan pemerintah adalah membenahi sektor transportasi laut termasuk danau.
Yang ia sesalkan, pemerintah selalu mengklaim keberhasilan pembangunan tol laut dan poros maritim, namun mengabaikan keselamatan angkutan air. Tingkat kecelakaan laut di Indonesia justru terus meningkat, khususnya angka kecelakaan kapal penumpang.
Ia mencatat pada bulan Juni ini saja ada empat kasus tenggelamnya kapal yang mengangkut penumpang. Selain kecelakaan KM Sinar Bangun dan KM Ramos, kurang dari seminggu sebelumnya terjadi musibah KM Albert di Pulau Maspari, Sumatera Selatan, dan KM Arista yang tenggelam di Perairan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.
"Menurut saya, kecelakaan laut beruntun yang terjadi menjelang dan sesudah Lebaran ini perlu dievaluasi serius," tegasnya. (RMOL)

