Pilihan Linear pada Pemilu Serentak Membuat Pemerintahan Semakin Kuat

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 27 Desember 2018 04:15 WIB dengan kategori Headline Tanjungpinang dan sudah 790 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG, Kepri - Peneliti Gurindam Research Centre (GRC) Sigit Sepriandi mengatakan jika pemerintahan ke depan ingin kuat, maka pilihan politik masyarakat pada Pemilu Serentak 17 April 2019 mendatang haruslah linear. 

Menurut alumni magister Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini jika pilihan tidak linear ke partai pendukung Capres, maka setahun atau bahkan lebih Capres terpilih akan sibuk melakukan lobi politik untuk menguatkan barisan pendukung.

"Jadi jika masyarakat memilih Jokowi - Maaruf maka pilihan partai politik di DPR RI idealnya juga memilih partai pendukungnya seperti PDIP, NasDem, Golkar, PKB, PKPI, PPP dan PSI dan sebaliknya juga demikian jika masyarakat memilih Prabowo-Sandiaga maka pilihan politik harusnya linear ke partai pendukung agar siapapun calon presiden yang terpilih nanti memiliki struktur pemerintahan yang kuat," kata Sigit Sepriandi.

Menurutnya, di lapangan tentu ada kemungkinan masyarakat memilih presiden yang berbeda dengan partai politik yang mereka pilih. 

"Pemilu 2019 ini memang sedikit ribet dalam melihat varian-varian prilaku pemilih, tapi apapun itu kita berharap pilihan masyarakat nanti linear dengan partai pendukung Capresnya," tutup Sigit Sepriandi.