Sikapi Pembekakan Adminisrasi STCK dan STNK Kosong AMP-HUMA Gelar Aksi Kecam Dirlantas
MAKASSAR, -- Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum Dan Ham (AMP-HUMA) kembali datangi kantor Satlantas Polda Sulsel di jalan Ap Pettarani Makassar menuntut Dirlantas Polda Sulsel menghentikan monopoli terhadap masyarakat Jum’at (12/04/2019) terkininews.com
Aksi tersebut terkait banyaknya laporan dan data dilapangan yang ditemukan oleh AMP-HUMA antaralain pembekakan adminisrasi surat tanda coba kendaraan (STCK), beredarnya STNK kosong, pungutan biaya blangko pas jalan, termasuk perpanjangan SIM melalui mobil SAMSAT keliling yang tidak sesuai dengan uu no. 22 tahun 2009 dan peraturan pemerintah no. 60 tahun 2010 tentang jenis dan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) yang di jabarkan dalan lembaran pernyataan sikap dari AMP-HUMA.
Massa aksi menuntut agar pihak kepolisian sebagai pengayom dan penegak hukum di Indonesia tidak melakukan gerak tambahan dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan UU Nomor 22 tahun 2002 tentang tugas dan fungsi kepolisian.
Rahmatullah selaku jendral lapangan aksi mengatakan bahwa yang mereka lakukan murni dan melihat keresahan mesyarakat aras kecurangan yang dilakukan pihak kepolisian dalam hal ini Satlantas Polda Sulsel yang sudah tidak sesuai dengan hukum serta tugas dan fungsi mereka sebagai aparat kepolisian,
“Jika Dirlantas tidak segera mengevaluasi serta menertibkan beberapa masalah yang kemudian terjadi diwilayah kerjanya sekarang maka kami akan mendesak KAPOLDA SULSEL untuk segera mencopot DIRLANTAS dari jabatan karena kami anggap gagal dalam melaksanakan tugasnya” tutup Rahmatullah selaku jendral lapangan dalam aksi tersebut
Menurutnya hal tersebut dibuktikan dengan beberapa masalah yang telah di temukan dilapangan, sehingga kami menuntut Dirlantas untuk segera mengevaluasi kinerja anggotanya untuk menghentikan segera monopoli dan praktek pungutan liar yang terjadi di masyarakat sekarang. Pungkasnya..
Hingga berita ini diterbitkan konfirmasi Dirlantas Polda Sulsel yang dibhubungi via pesan singkat whatsaap terkait kebenaran dugaan pembengkakan Administrasi STCK dan edaran STNK kosong belum di respon. (Mus/*)

