RDP Medan Diskominfo Sebut Pengembangan SPBE atau Smart Regency Terkendala Jaringan Fiber Optik
Medan, Sumut - DPRD Provinsi Sumatera Utara menggelar (RDP) Rapat Dengar Pendapat dengan mengundang pemerintah kabupaten Padang Lawas Utara dan PT. Telkom Witel Sumut di ruang rapat Komisi E DPRD Sumatera Utara
Bupati Padang Lawas Utara Rabu (26/6/2019) diwakili Asisten II Drs. Ali Akbar Siagian, MM., didampingi Plt. Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Anwar Sadat Siregar, SE, M.Si., Plt. Kepala Dinas Pendidikan Eva Sartika Siregar, SH, M.Kn., Kabid E-government dan Kabid TIK Diskominfo Padang Lawas Utara.
Kehadiran mereka memaparkan rancangan konsep Smart Regency Padang Lawas Utara yang bekerjasama dengan beberapa lembaga dalam mendukung implementasi gagasan tersebut diantaranya Politeknik Negeri Medan, Balai Besar Pengembangan SDM Kemenkominfo Medan dan PT. Telkom Regional Sumut.
Dari pantauan terkininews.com bahwa beberapa persiapan yang sedang disusun saat RDP tersebut antara lain penyusunan regulasi, dokumen perencanaan, pengembangan SDM dan pemenuhan sarana.
Adapun salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah masih terdapat sekitar 66 blankspot di Padang Lawas Utara,
Plt. Kadis Kominfo juga menyampaikan tidak tersentuhnya jaringan seluler dan jaringan fiber optik di sebagian wilayah Padang Lawas Utara juga berimbas pada pelaksanaan UNBK dimana saat ini masih ada 10 SMP yang tidak bisa melaksanakan UNBK karena masalah jaringan sementara pada tahun 2020 semua sekolah tingkat menengah harus melaksanakan UNBK selain dampak tersebut juga terhambatnya pengembangan SPBE atau Smart Regency di Padang Lawas Utara sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018.
Menanggapi hal tersebut, pimpinan rapat Drs. Safaruddin Siregar dan anggota Komisi E lainnya meminta agar diberikan solusi oleh Telkom terkait permasalahan tersebut karena sinyal telekomunikasi merupakan bagian yang sudah tidak terpisahkan di masyarakat saat ini.
"Jika belum dapat membangun tekhnologi yang mendukung 4G maka minimalnya 2G, agar dapat memerdekakan masyarakat dari kebutuhan berkomunikasi dan mewujudkan Visi Gubernur Sumatera Utara yaitu Mewujudkan Sumut Bermartabat, bagaimana mau bermartabat jika untuk berkomunikasi saja harus pergi dulu keluar desa yang ada signal untuk bertelepon seluler” ujar Safaruddin Siregar.
Sementara itu Manager GES, Aminullah Pulungan yang mewakili Telkom mengatakan bahwa puhaknya baru akan mengkaji dan menyampaikan masalah tersebut ke Telkom group dan akan tetap mendukung implementasi konsep Smart Regency Paluta. Jawab Aminullah
Di ketahui pada akhir rapat Plt. Kadis Kominfo juga menyerahkan 66 data desa Padang Lawas Utara yang blankspot di Paluta dan 10 SMP yg belum dapat melaksanakan UNBK kepada pihak Telkom disaksikan peserta rapat yang hadir, sembari meminta dukungan CSR Telkom dan Bantuan Keuangan Provinsi Sumatera Utara dalam membangun infrastruktur Tekhnologi Informasi Komunikasi di Padang Lawas Utara. (Siregar/*)


