Fitri, Penderita Kangker Stadium Akhir Yang Mengurus Dirinya Sendiri
BATAM – Fitri (37) Saat ini tinggal sendirian. Nasip yang tidak berpihak di Batam mengharuskan suami jadi buruh serabutan di negeri orang, Malaysia. Sementara karena desakan ekonomi dan pilihan agar mendapat pendidikan, kedua anak Fitri juga terpaksa dititipkan kepada orang tua di Jawa TImur.
Menderita kangker payuradara sejak 2015, dan kini penyakit yang merongrongnya sudah naik level hingga stadium 4. Penderitaan yang cukup tidak menyenangkan bagi seorang wanita yang hanya menempati rumah kontrakan di Winshor Phase Lubuk Baja. Berulang kali menjalani kemo terapi sempat mengakibatkan Fitri yang hanya sendiri mengurus dirinya yang sakit tidak bisa berjalan.
Beruntungkan pengobatan saat ini ditanggung BPJS, hanya saja pelayanan tersebut masih belum menanggung kebutuhan lainnya seperti obat-obatan tertentu, pampers dan kebutuhan rumah yang tidak terpenuhi oleh kiriman uang suami.
Kesulitan yang dialami Fitri menggerakkan tim dari Daarut Tauhiid Kota Batam untuk turut membahu meringankan beban Fitri. Melalui programnya, DT Peduli menyalurkan sejumlah bantuan yang di sampaikan para donatur untuk Fitri. (Senin 29 Juli 2019) “Selain meyampaikan bantuan dari para donatur, kedepannya kami akan terus memantau perkembangan kesehatan bu Fitri. Kami sudah memberikan nomor kontak yang bisa dihubungi kapanpun beliau butuh bantuan” demikian yang disampaikan Devi Oktarina, Staf Program DT Peduli Kota Batam.
Ucapan terimakasih tak lupa diucapkan oleh Fitri saat menerima bantuan yang disampaikan oleh tim DT Peduli “Semoga Daarut Tauhiid makin lancar usahanya dan semuanya diberi kesehatan selalu. Semoga juga para donatur yang sudah membantu diberi kesehatan dan limpahan rezeki” ucap Fitri dari atas tempat tidurnya saat dikunjungi tim DT Peduli.

