Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin Fasilitasi Pertemuan APK dan Forum HRD & GA se-Kabil

Diterbitkan oleh Admin pada Sabtu, 23 November 2019 17:31 WIB dengan kategori Batam Headline dan sudah 1.434 kali ditampilkan

BATAM, -- Aliansi Pemuda Kabil (APK) menggelar pertemuan bersama Forum HRD & GA perusahaan se-Kabil di Hotel Hokkie, kemarin yang difasilitasi oleh anggota DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin.

Ketua Forum HRD & GA se-Kabil, Nopianto mengatakan, pertemuan ini sangat bermanfaat terutama dalam mencari tenaga kerja karena saat ini industri di daerah Kabil sangat butuh tenaga kerja yang terampil.

“Dengan adanya forum ini minimal kita dikasih list nama-nama yang siap bekerja,” sambungnya. Ujarnya kemarin Jum'at (22/11/2019)

Dirinya juga berharap pertemuan ini, Ia ingin menjangkau lebih luas untuk penyerapan tenaga kerja karena yang hadir sekarang merupakan perusahaan yang memang tidak berbasis padat karya.

“Kalau kita kan industri yang berbasis teknologi, luasnya besar tapi pegawainya sedikit karena semuanya menggunakan mesin,” kata Nopianto.

Dia menjelaskan kalau forum ini hanya ada 7 perusahaan. Agar bisa lebih menjangkau luas dengan list yang diberikan, maka Ia berharap kedepannya banyak perusahaan yang terlibat.

“Mudah-mudahan kedepannya bisa disatukan di dalam forum ini,” tambahnya.

Senada di ungkapkan anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin, yang menyebut kegiatan serupa ini sangat positif karena telah mempertemukan Aliansi Pemuda Kabil dengan Forum HRD & GA se-Kabil meski hanya dari 7 perusahaan.

“Alhamdulillah pertemuan antara Aliansi Pemuda Kabil dan Forum HRD & GA se-Kabil terlaksana dengan baik dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Wahyu bahkan mengaku akan menggelar kembali pertemuan antara ke dua belah pihak ini guna mencari solusi terbaik untuk para pemuda Kabil yang belum mendapatkan pekerjaan.

“Dalam dua atau tiga bulan kedepan akan kami upayakan lagi pertemuan ini terlaksana,” katanya.

Menurut Wahyu, pengangguran di Kabil cukup meningkat seiring dengan banyaknya lulusan anak-anak dari SMA dan SMK, sedangkan peluang pekerjaan terbilang sedikit.

Maka, lanjutnya, dari hasil pertemuan ini bisa diketahui berapa kebutuhan perusahaan yang ada di Kabil untuk menyerap tenaga kerja.

Ia berharap dari pertemuan ini ada solusi yang terbaik atau sebagian dari pemuda Kabil bisa diterima bekerja. Semoga cita-cita pemuda Kabil yang masih menganggur bisa diserap oleh perusahaan yang membutuhkan.

“Bagi bapak ibu yang putra putrinya atau saudara dan tetangganya yang nganggur dan belum memberikan data ke Aliansi Pemuda Kabil diharapkan secepatnya. Karena data tersebut mau saya submit juga ke Disnaker Provinsi untuk dilakukan training di tahun 2020,” ajaknya. (*)