Ada Apa Ruang Kelas SMA Muhamadiyah Sape yang di Segel Kembali Terbuka

Diterbitkan oleh Admin pada Sabtu, 30 November 2019 10:04 WIB dengan kategori Daerah Pendidikan dan sudah 1.008 kali ditampilkan

Bima, -- Segel beberapa kelas ruangan SMA Muhamadiyah kini telah dibuka lantaran telah adanya kesepakatan antara petinggi sekolah bersama para dewan guru (SMA) Muhamadiyah kec sape kab Bima. Sabtu (30/11/2019) terkininews.com

Setelah dikabarkan beberapa hari yang lalu tentang aksi yang dilakukan siswa bersama guru, baca yang tidak setuju dengan pengangkatan kepala sekolah melalui  prosedur yang tidak transparan. Baca, dan dilakukan pada 28/september lalu

Namun meski demikian kini telah ada beberapa hal yang harus dipenuhi petinggi sekolah sesuai kesepakatan bersama dengan dewan guru yaitu Dipendingnya SK kasek baru yang saja diterbitkan PWM provinsi. Tandas dewan guru.

Baca Berita Sebelumnya Ada Aksi Siswa dan Guru

"Tidak ada pelantikan kasek baru pada tanggal 30 november atau 2 desember 2019." kata dia perwakilan guru

Lanjut untuk kepala sekolah sementara akan dilanjutkan kembali PCM Muhamadiyah Kec Sape, dan Sahbudin S,Pi selaku PLT kemarin kembali menduduki sesuai kesepakatan ,tidak ada pelantikan kasek baru sampai waktu yang ditentukan. Tegas Mursalim S,Pd perwakilan guru

Sementara itu dari informasi yang dihimpun terkininews.com terhadap siapa bakal calon Kepala Sekolah SMA Muhamadiyah Kec Sape, kini muncul 6 (Enam) calon antaralain Abdul basir, Andi Krisna, Adytia Sa'ban, Zulhermansyah, Didi Darmansyah, dan Juriati, adalah sebagai kasek baru dimaksud.

Sekolah dengan 95 orang tenaga beserta TU dengan jumlah siswa 538 orang itu akan kembali normal kegiatan belajar mengajar seiring adanya kesepakatan serta koordinasi lintas petinggi lembaga sekolah sambil menunggu pelantikan sesuai waktu yang telah ditentukan.

"Namun jika masih melanggar kesepakatan  bersama ,maka dewan guru akan lakukan aksi yang lebih serius lagi dengan potensi aksi nya lebih tinggi" tegas Mursalim dan Ilyas alias Snoke perwakilan dewan guru.

Melalui salah satu tokoh Muhamadiyan Dr H Arsyad Ghani telah disepakati untuk bahwa pelantikan kepala sekolah di pending untuk sementara waktu hingga adanya keputusan baru. (edy/*)

Sumber