Kearifan Lokal Masih Bisa Dimasukkan Desain RTH Kanigoro

Diterbitkan oleh Admin pada Selasa, 28 Januari 2020 18:56 WIB dengan kategori Daerah Headline dan sudah 908 kali ditampilkan

BLITAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar melalui Komisi III menilai kearifan lokal masih bisa dimasukkan dalam desain pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kanigoro, dengan catatan tidak memghambat proses pembangunan.

Hal itu disampaikan dewan usai menggelar hearing dengan budayawan Blitar yang tergabung Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN), Selasa (28/01). Hearing sesuai permintaan LP2BN itu terkait desain pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kanigoro.

Selain mengundang LP2BN, dewan juga menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, dan Disparbudpora. Pihak LP2BN itu, menginginkan desain pembangunan RTH dimasukkan kearifan lokal berupa bunga matahari.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Panoto. Namun pihaknya turut mengapresiasi adanya buah fikir terhadap proses pembangunan RTH terkait desain itu. Dewan menilai kearifan lokal masih bisa dimasukkan dalam desain pembangunan RTH, sepanjang tidak mengganggu proses pembangunan. 

"Kita tahu bersama, rencananya awal bulan depan proses pembangunan sudah memasuki tahap lelang. Eksekutif dipastikan sudah menyiapkan semua berkasnya sejak awal, termasuk desainnya," jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Panoto, harapan agar bangunan RTH nanti memiliki kearifan lokal dan menjadi icon tersendiri terhadap kanigoro dapat terwujud. Kajian lebih lanjut dipastikan akan dilakukan, baik eksekutif maupun LP2BN.
 
Sementara itu, Ketua Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN), Aris Sugito mengatakan, bangunan RTH nanti diharapkan terdapat kearifan lokal, baik tentang sejarah, filosofi, maupun makna yang berpedoman terhadap budi pekerti luhur. 

Harapannya agar bisa dinikmati generasi muda, tak hanya keindahan tetapi juga pendidikan. Sehingga melalui kearifan lokal dan sejarah yang ada, akhirnya menimbulkan dan membangkitkan sifat patriotisme.

"Kalau lambang bunga matahari sendiri melambangkan kanigoro sebagai persatuan, pencerahan, dan kewibawaan," imbuhnya.

Pembangunan RTH di bekas pasar Kanigoro seharusnya dilakukan tahun lalu. Namun baru bisa dilakukan tahun ini, mengingat pedagang pasar kanigoro sudah direlokasi ke pasar baru. Sementara anggaran yang disiapkan mencapai Rp 5 miliar.(*/edp)