Arogan, Lantaran Ingin Parkir Sembarangan Sang WR 3 Mengaku Pemilik Kampus UPRI Makassar

Diterbitkan oleh Admin pada Kamis, 10 Desember 2020 17:34 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 914 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Merasa pemilik dari kampus UPRI Makassar, salah seorang Oknum mengaku Wakil Rektor UPRI siang tadi, di depan kampus UPRI Jalan Bawakaraeng, Makassar melakukan perbuatan sewenang wenang terhadap salah seorang Jurnalis Makassar.

Perlakuan kurang menyenangkan tersebut terjadi siang disaat secara tidak sengaja salah satu jurnalis media online di Makasar, Ilham (Koran Makassar) menghentikan kendaraan lantaran hendak memeriksa salah satu aplikasi WhatsApp, karena hendak melanjutkan peliputan di Balaikota.

Ilham kemudian menuturkan kronologis bahwa saat kejadian mobil milik oknum yang mengaku Wakil Rektor UPRI terus menyerbu Ilham dengan klakson mobilnya. Namun Ilham mengisyaratkan agar mobil tersebut masuk ke area kampus. Jelas

"Saya berhenti untuk membuka WhatsApp, tiba-tiba ada mobil klakson dari belakang, saya balik melihat ada seorang lelaki di atas mobil mengisyaratkan saya untuk pindah krn mau parkir di tempat tersebut," ujarnya.

Namun, mobil tersebut semakin memepet Ilham hingga ban mobil belakang milik sang WR 3 UPRI sempat menginjak kakinya. Terang Ilo Kamis (10/12/2020) terkininews.com

"Jadi saya tanyakan apa maksud bapak (#Wakil Rektor 3UPRI) hampir menabrak bahkan injak kaki, dia lalu turun dan berdebat. Dia bilang, saya biasa parkir di sini, saya yang punya kampus, kantorku ini," lantangnya dengan arogan.

Ilham menjelaskan walaupun dia berkantor di UPRI seharusnya ia tak boleh memarkir disini, karena ini termasuk badan jalan. Imbuh Ilho menjawab arogansi sang WR 3 UPRI.

Seketika, tiba-tiba datang tiga orang satu dari satpam di UPRI dan dua orang yang mengaku media dari Gerbang Timur. Ketiga orang tersebut seakan mau mengeroyok Ilham. Salah satu dari mereka ada yang meminta Ilham untuk menunjukkan kartu identitasnya. 

Setelah menunjukkan kartu identitasnya, Olahannya menyuruh kembali untuk  memperlihatkan tanda pengenal persnya. Namun, orang tersebut dan memperlihatkannya.

Setelah melihat identitas Ilham, mereka menanyakan surat izin peliputan. Yang dimana, jika telah memiliki ID card berarti tak perlu lagi memiliki surat bertugas.

"Saya acuhkan, karena saya pikir ID card wartawan kan bisa berfungsi sebagai surat tugas atau tanda pengenal dalam mencari informasi, adapun surat tugas diperlukan ketika ada peliputan khusus atau hal yang mendesak," tegas Ilham. 

Setelah memperlihatkan identitasnya, Wakil Rektor (WR) 3 UPRI Makassar itu langsung masuk ke dalam kampusnya. Sementara Ilham mengalami lecet di bagian tangan kanan dan kaki kanan sakit akibat terinjak ban.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia Kota Makassar, Zulkifli Thahir mengecam sikap arogan Wakil Rektor III UPRI dan salah satu oknum yang mengatasnamakan diri dari media.

"Saya akan segera meminta wartawan dan anggota saya Ilham untuk segera melapor kan tindakan ini dan meminta kuasa hukum PT Koran Makassar Group dan bidang Hukum IWO Sulsel mendampingi Ilham." ujarnya.

Zulkifli Thahir juga mengutuk keras kejadian seperti ini yang melibatkan jurnalis.

"Karena jika sikap yang begini jika dibiarkan maka akan terus berlanjut apalagi ini korban adalah seorang jurnalis, saya minta stoplah kekerasan terhadap jurnalis." Ungkapnya. (*)