Optimis Target Kinerja 2021 Tercapai Imigrasi Sulsel Tiap Pekan Deportasi WNA

Diterbitkan oleh Admin pada Senin, 12 April 2021 12:48 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 578 kali ditampilkan

MAKASSAR -- Usai deportasi Ganai Anak Jugah dan Siti Aisyah (46 tahun) seorang perempuan WN Malaysia dideportasi Kantor Imigrasi (Kanim) Palopo via Surabaya - Pontianak dan Entikong - Kalimantan Barat pada Rabu, 7 April lalu kini Kanim Parepare kembali mendeportasi M. Taufiq (22 Tahun) WN Malaysia dari Bandara Sultan Hasanuddin ke Kualalumpur via Bandara Soekarno-Hatta.

Pendeportasian kali ini merupakan yang ketiga kalinya pada tahun 2021yang diawali oleh Artilla (22 Tahun) seorang perempuan WN Malaysia yang dideportasi oleh Kanim Parepare. Papar Dodi Karnida (12/04/2021). Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham SulSel 

Dodi menambahkan kalau Taufiq memang WN Malaysia akan tetapi kedua orang tuanya berasal dari Sidrap sehingga banyak keluarganya tinggal di Sidrap.

"Taufiq lahir di Kotakinabalu - Sabah, Malaysia Timur tahun 1999 dan mengaku sejak usia tiga bulan ia tinggal, bersekolah di SD, SMP sampai kelas I SMA di Sidrap kemudian pulang ke Malaysia dan tahun 2017 ia kembali ke Sidrap." Ungkap Dodi

Jadi telah lama Taufiq di sidrap hingga kini dideportasi Kanim Parepare karena izin tinggalnya telah habis berlaku (overstay).

Namun sempat pada tahun 2019 lalu Taufiq ditangkapkarena tidak dapat menunjukkan paspor sehingga diseret PPNS Imigrasi ke PN Sidrap dan dihukum pidana penjara di Rutan Sidrap selama satu tahun, empat bulan dan lima belas hari. Tambahnya

Dodi menyampaikan optimismenya bahwa Target Kinerja Pengembangan Penegakan Hukum Keimigrasian Sulawesi Selatan Tahun 2021 dapat tercapai karena di Kanim Makassar masih ada seorang deteni perempuan WN Filipina sedangkan di Rudenim Makassar terdapat seorang WN Thailand dan tiga orang WN Srilanka yang bermasalah.

Mereka pada akhirnya akan dideportasi namun saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan penyediaan paspor oleh pihak kedutaan negara masing-masing.(*dk)

Sementara itu menurut kasubsi Intelijen Keimigrasian Heru D. Muliawan yang melakukan pengawalan deportasi menyatakan bahwa Taufiq akan diberangkatkan juga dari Bandara Soetta ke Kualalumpur 

Dari Kualalumpur Taufiq ini akan terbang ke Kotakinabalu tempat tinggal bersama keluarganya. Apabila ia suatu saat nanti ingin kembali ke Indonesia, tentunya tidak semudah itu karena namanya telah dalam Daftar Pencegahan (Cegah). (Dk/*)