Diduga Pemberitaan Yang di Angkat Salah Satu Media Online di Tegal Hoax

Diterbitkan oleh Sholeh pada Senin, 5 Juli 2021 16:42 WIB dengan kategori Headline dan sudah 284 kali ditampilkan

TEGAL - Salah satu Media Online di Tegal yang memberitakan Ponpes Al Munawwaroh Kota Tegal dugaan pelecehan seksual terhadap santrinya diduga hoax,pasalnya jurnalis yang menulis pemberitaan tersebut tanpa adanya konfirmasi dahulu dengan pihak yang bersangkutan.

Merasa dirugikan dan di Fitnah atas tuduhan Dugaan Asusila atas pemberitaan yang ditayangkan oleh salah satu media online di Tegal, yang dinilai pemberitaan tersebut merupakan menyududkan satu pihak dan tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.

Pengurus Pondok pesantren yang berada disalah satu di Kota Tegal Jawa Tengah melalui kuasa hukumnya Bani Adam dan Rekanya angkat bicara saat jumpa pers berlangsung dipondok pesantren Al Munawarroh pada Senin 5 Juli 2021 Siang.

Kuasa hukum Ponpes Al -Munawwaroh Bani Adam SH saat jumpa Pers mengatakan atas perihal pemberitaan yang di tayangkan oleh salah satu media Online di Tegal tidak sesuai fakta dan itu hanya hasil imajinasi dari yang bersangkutan saja.

Nantinya dari pihak Ponpes Al - Munawwaroh akan segera mengambil jalur hukum serta akan melayangkan surat kepada Dewan Pers terkait legal standing media tersebut terkait pemberitaan ini.

Karena sudah merugikan baik kepada lembaga Ponpes Al - Munawwaroh maupun Pengurus, sebagai kuasa Hukum Ponpes Al - Munawwaroh Bani Adam mengatakan dengan tegas bahwa pemberitaan itu tidak benar atau Hoax, bahkan dari pihak pengurus sudah mengkroscek langsung ada 8 santri alumni yang menurut mereka di lecehkan kenyataannya tidak ada satu santri pun yang merasa di lecehkan,ungkap Bani Adam.

Dalam isi berita yang di tayangkan salah satu media Online di Tegal di paragraf yang terakhir yang berbunyi sebagai berikut,

"Istri terduga pelaku berinisial UM, saat ditemui menuturkan masih berusaha menemui korban agar dapat menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan. “Jika memang suami saya telah menodai korban, saya rela dipoligami. Dan kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan.”tandasnya.

Saat di konfirmasi perihal tersebut dengan tegas yang bersangkutan mengatakan bahwa dirinya tidak sama sekali mengucapkan kata-kata itu,semua itu bohong itu fitnah dan dirinya juga mengatakan tidak ada wartawan apa pun yang datang kesini dirinya cuma bertemu dengan seorang perempuan yang mengaku dari pihak Komnasham dan saat itu pun tidak mengatakan apa -apa,ungkap UM.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak media online tersebut belum memberikan keterangan resminya terkait permasalah ini.