Peringati HMPI Tahun 2021, Pemkab Kendal Tanam Pohon di Bekas Lokasi Pertambangan

Diterbitkan oleh Suroto pada Ahad, 28 November 2021 18:07 WIB dengan kategori Headline Jawa Tengah dan sudah 178 kali ditampilkan

KENDAL - JATENG

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal maupun pribadi, saya ucapkan selamat memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia ( HMPI) Tahun 2021 kepada Para Komunitas, Penggiat dan Relawan Peduli Lingkungan dan seluruh warga masyarakat Kendal.

Hal ini disampaikan oleh Asisten Sekda Kendal, Tavip Pornomo, S.H., saat mewakili Bupati Kendal Dico M Ganinduto B.Sc dalam acara Gerakan Penanaman Pohon dalam rangka Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Kabupaten Kendal Tahun 2021, Minggu (28/11/2021) bertempat bekas pertambangan di Desa Nolokerto Kecamatan Kaliwungu.

“Setiap tanggal 28 November, kita memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) berdasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008. Penetapan tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia dan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional,” ujar Tavip Pornomo.

Tavip juga mengatakan, peringatan ini untuk memberikan kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat tentang pentingnya pemulihan kerusakan lahan melalui penanaman pohon, sebagai salah satu upaya memulihkan kerusakan lahan untuk mencegah bencana banjir dan tanah longsor.

“Saya juga menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Para Komunitas, Penggiat dan Relawan Peduli Lingkungan, serta seluruh warga dan semua pihak atas komitmen dan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan secara keseluruhan, dalam upaya penghijauan lingkungan dan mewujudkan ruang terbuka hijau,” tuturnya.

Gerakan penanaman ini dilatarbelakangi oleh perubahan iklim secara global yang dampaknya adalah terganggunya ekosistem, kondisi cuaca ekstrim, sistem tata air Daerah Aliran Sungai (DAS), serta ancaman terjadinya bencana alam (banjir, tanah longsor dan kekeringan). Dengan kita menanam pohon berarti kita turut berpartisipasi dalam menyelamatkan bumi dari pemanasan global.

Ia menerangkan, lokasi ini merupakan lahan bekas tambang yang sebagian difungsikan sebagai lokasi perumahan. Maka kawasan ini menjadi prioritas utama untuk dipulihkan kembali, agar kondisi lahan menjadi stabil serta memiliki estetika yang baik dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai ruang terbuka hijau.

Asisten Sekda Kendal, Tavip mengajak semua yang hadir untuk benar-benar merawat pohon yang telah ditanam dengan baik, karena yang terpenting itu setelah pohon ditanam harus ada perhatian khusus, agar apa yang sudah ditanam bisa tumbuh dengan baik, sehingga lokasi menjadi lestari dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. 

"Saya berharap, Gerakan Menanam Pohon ini dapat berkelanjutan pada bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional, sehingga lahan kritis bisa dihijaukan, kerusakan dan penurunan produktifitas lahan bisa dihindarkan serta dapat memperbaiki kualitas lingkungan hidup demi masa depan yang berkelanjutan," harap Tavip mengakhiri sambutan Bupati Kendal. 

Sementara dalam acara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Iwan Setiawan menjelaskan, ada 800 pohon yang ditanam dalam kegiatan ini, dan melibatkan para komunitas pecinta lingkungan, masyarakat sekitar dan siswa-siswi SMA Negeri Kaliwungu.

Suroto Anto Saputro