Polsek Boja Bersama Tim Kesehatan Hewan Laksanakan Penyuluhan Terkait Maraknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

Diterbitkan oleh Suroto pada Selasa, 17 Mei 2022 11:06 WIB dengan kategori Daerah Jawa Tengah dan sudah 47 kali ditampilkan

KENDAL - JATENG

Polsek Boja laksanakan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan  hewan ternak  di pasar Hewan Kecamatan Boja oleh Dinas peternakan Kabupaten Kendal  terkait maraknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), bertempat di pasar hewan Desa Bebengan Kecamatan Boja. Selasa (17/05/2022).


Hadir pada kegiatan tersebut Kabid peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Kendal, Ir.Puji Yuwono, Subkordinator kesehatan hewan dan kesmasfed Kabupaten Kendal Drh. Septiana Wulandari. Drh. Natia nafrina dari Dinas pertanian dan pangan bidang peternakan dan kesehatan Kabupaten Kendal. Drh.Miluh Miraningtias Dr Puskeswan Boja. Mantri hewan Eko suharyoto Petugas puskesmas hewan Boja. 4.Mantri hewan Fatan Dwi  Petugas Puskeswan Boja. Kapolsek dan Kanit Intel Polsek Boja Aiptu Suroto Babin Kamtibmas DS.Bebengan Aiptu Arifin. Anggota Unit Reskrim Polsek Boja Bripka Agung.


Kapolsek Boja AKP Agus Wibowo S.H bersama tim melakukan pengawasan dan pemeriksaan  hewan ternak yang dijual belikan di pasar hewan Desa Bebengan Kecamatan Boja.


"Team dari dinas kesehatan hewan dipimpin oleh Kabid peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Kendal. Ir.Puji Yuwono memberikan himbauan kepada penjual dan pedagang hewan. Apabila ditemukan hewan yang mempunyai gejala ke arah PMk agar segera dilaporkan kepada petugas kesehatan hewan terdekat," ujar Agus Kapolsek Boja.


"Ciri-ciri hewan yang mengalami gejala adalah hewan mengalami demam. Luka lepuh pada kaki ,mulut ,moncong, puting susu. Kepincangan, pengelupasan kuku. Tidak mau makan, ambruk. Abortus. Kematian pada hewan muda," imbuh Kapolsek Boja.


Sementara itu Ir. Puji Yuwono menjelaskan terkait cara penularan PMk, melalui pernapasan. Kontak langsung melalui luka kulit, selaput lendir dan konsumsi. Kontak tidak langsung ( sepatu ,boot, pakaian, peralatan dan lain-lain).


"Kami menghimbau agar masyarakat waspada terhadap hewan yang berasal Gunung pati, Rembang, pati, Boyolali karena dari daerah tersebut sudah terdapat yang positif. Mohon bantuan apabila pihak kepolisan  menjumpai KBM yang mengangkut hewan jenis  kambing, sapi,babi dan domba (hewan berkuku belah/dua) bisa dilakukan pemeriksaan dengan menanyakan surat SKKH (Surat keterangan Kesahatan hewan) yang ditandatangani dokter hewan," katanya.

Suroto Anto Saputro