Gagalkan Kristal Bening Diduga Sabu Kakanwil Kemenkumham Apresiasi Petugas Rutan Jeneponto

Diterbitkan oleh Admin pada Ahad, 5 Juni 2022 13:52 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 76 kali ditampilkan

MAKASSAR - Petugas P2U (Pengamanan Pintu Utama) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jeneponto berhasil gagalkan aksi penyelundupan 5 bungkus kristal bening di duga sabu kedalam Rutan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Liberti Sitinjak Sabtu (4/6) kemarin mengapresiasi jajaran P2U Lapas/Rutan yang menurutnya hal tersebut merupakan penggagalan penyelundupan sabu yang kesekian kalinya oleh PU2.

"Ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dari P2U rutan Jeneponto." Ujar Kakanwil

Sementara itu karutan Jeneponto, Hendrik menceritakan, Kronologisnya bahwa pada Sabtu sekitar Pukul 17.15 Wita, Petugas P2U memeriksa barang bawaan pengunjung berupa perlengkapan mandi (sampo dan sabun cair) dan makanan ringan yang dibawa oleh Sopir Angkutan Umum dari Makassar. 

Saat petugas melakukan penggeledahan di dalam Sampo Cair, didalamnya ditemukan 3 (tiga) bungkus serbuk kristal warna bening dan di sabun cair terdapat 2 (dua) bungkus serbuk kristal warna bening. 

"Barang tersebut diduga sabu-sabu yang akan diberikan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) inisial AA (49 Tahun)," kata Hendrik

Hendrik juga langsung menghubungi Polres Jeneponto dan menyerahkan 5 bungkus serbuk kristal warna bening diduga sabu sabu tersebut kepada Kasat dan Kanit Narkoba yang pada saat bersamaan juga melakukan pemeriksaan terhadap WBP AA. "Saat ini sedang ditangani oleh Polres Jeneponto dan akan dilakukan pendalaman serta akan memeriksa sopir angkutan umum tersebut," Kata Hendrik. 

Melanjutkan pesannya, Kakanwil Kemenkumham Sulsel Liberti Sitinjak mengatakan, pihaknya selalu minta kalapas dan Karutan untuk mencegah dan berantas peredaran narkoba di dalam Lapas/Rutan. 

"Perkuat dan perketat pengamanan pintu utama (P2U) sehingga narkoba tidak masuk ke LapasRutan. Lakukan deteksi dini secara berkala dan bersinergi dengan aparat penegak hukum (APH)," Ungkap Liberti.