Lawyer Rahwan : Gagal Paham dengan Tuntutan Jaksa, Keluarga Korban Krasak Krusuk tak Hargai Proses Hukum

Diterbitkan oleh Admin pada Jumat, 24 November 2023 00:06 WIB dengan kategori Headline Hukum Dan Kriminal dan sudah 602 kali ditampilkan

MAKASSAR - Kasus yang bergulir di Pengadilan Tinggi Negeri Sungguminasa terkait prosesi hukum di negeri ini seolah dan terkesan jadi guncingan oleh oknum oknum yang merasa hebat dan dinilai kurang menghargai sebuah proses dan upaya penegakang supremasi hukum.

Hal tersebut terkadang hadir dengan perasaan yang kurang puas sehingga krasak krusuk bermunculan mengecer pemberitaan di Sosial Media hingga seolah dalam keadaan kurang baik baik saja, persoalan pun menyeruak lantaran adanya tuntutan terhadap terdakwa yang disanggah terbilang ringan.

Akibat krasak krusuk tersebut, kuasa hukum terdakwa Sumarlin dan Herianto terpaksa angkat bicara Kamis (23/11/23) malam di Cafe Papsq Jl. Mallengkeri Raya Makassar, atas tudingan keluarga korban yang tidak puas, padahal semua prosesi telah berjalan sesuai derap hukum yang berlaku.

“Kami menyampaikan soal pemberitaan yang beredar dengan keberatannya keluarga korban atas tuntutan terdakwa 10 tahun, ini proses peradilan sudah masuk Replik dan Duplik, soal tuntutan itu sudah lewat sehingga kita berharap agar keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kepercayaan ini ke peradilan yang berlangsung." Ucap Rahwan Akhir Priono selaku kuasa hukum dari Sumarlin dan Herianto

Ia juga menyebutkan jika proses ini belum putusan, “inikan belum putusan nanti ada upaya hukum yang bisa ditempu keluarga korban setelah putusan, kan keluarga korban sudah didampingi penasehat hukum jadi kita harap agar koperatif. Kalau pengacaranya paham mestinya memberikan nasehat-nasehat hukumnya atau mengedukasi jika masing-masing korban dan terdakwa punya hak pembelaan di dalam peradilan yang berlangsung,” cetusnya.

Lanjut disampaikan, pihaknya merasa risih atas adanya pemberitaan di Media Sosial, “seakan proses ini sudah vonis padahal masih berlangsung, jangan digiring seakan peradilan berpihak atau bagaimana, terdakwa juga-kan punya hak membela dirinya. Itu juga soal menyurat ke mana-mana, serahkan saja proses ini sampai terungkap di persidangan tidak usah grasak-grusuk,” kata Rahwan.

Ditegaskan Rahwan Akhir Priono bahwa keluarga korban sudah menerima santunan sebesar 20 juta rupiah di Rumah Korban di Bonto Pajja, Barombong.

“Orang tua korban sudah terima santunan dan permohonan maaf terdakwa yang dibuktikan dalam persidangan semacam kwitansi dan penyataan maaf dari terdakwa yang di tanda tangani orang tua korban sendiri yang disaksikan keluarganya dan aparat setempat, jadi kenapa sekarang baru keberatan soal itu,” tutupnya.

Menanggapi hal itu, Wawan Nur Rewa Penggiat Hukum dari Misi Keadilan juga ikut berkomentar lantaran kabar ini sampai ke telinganya.

“Masing-masing pihak punya hak untuk membela diri, proses peradilan yang berlangsung ini harus dihargai karena kejadian itu akan diungkap di ruang persidangan, jika dikemudian hari dianggap tidak puas, silahkan tempuh upaya hukum,” tukas Bung Rewa.(**/)