Gubernur Ansar Tegaskan Komitmen Kawal Dana Pusat untuk Bangun Kepri

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 5 Mei 2025 16:16 WIB dengan kategori Advertorial Gubernur Kepri Tanjungpinang dan sudah 253 kali ditampilkan

Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, SE, MM, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan pembangunan daerah melalui dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. Selain mengupayakan tambahan anggaran, Gubernur Ansar juga berkomitmen untuk mengawal ketat pelaksanaan dan percepatan program-program pembangunan yang bersumber dari APBN, Instruksi Presiden (Inpres), dan sumber lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pekerjaan Dana APBN dan Inpres Tahun Anggaran 2025–2026 di Gedung LAM Kepri, Tanjungpinang, Senin (5/5) pagi. Rapat turut dihadiri sejumlah kepala balai teknis dari kementerian terkait, kepala dinas PUPR Provinsi dan Kota, serta perwakilan satker.

Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta percepatan dalam pengusulan dan pelengkapan dokumen teknis. Beberapa proyek prioritas yang disoroti antara lain:

  1. Pembangunan lanjutan Jalan Nusantara di Kijang, Bintan,
  2. Pelebaran Jalan Lintas Barat di Bintan, dan
  3. Kelanjutan Jalan Inpres di Natuna dan Anambas, seperti ruas Kuala Maras – Letung.

Gubernur Ansar juga menyampaikan rencananya untuk bertemu langsung dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR dan Menteri Bappenas guna mengawal langsung proses pengajuan dan realisasi program strategis tersebut.

“Kita tidak bisa hanya menunggu. Kita harus aktif menjemput peluang. Semua dokumen dan persyaratan harus disiapkan cepat dan lengkap,” tegas Ansar.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan bukan hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan konektivitas, aksesibilitas, dan daya saing daerah, terutama dalam mendukung sektor pariwisata dan transportasi antarwilayah.

“Setiap langkah pembangunan harus mengarah pada penguatan wilayah, khususnya Kepri sebagai provinsi perbatasan dan wajah Indonesia di kawasan internasional,” tutupnya.