Musrenbang 2025 Kepri: Gubernur Ansar Luncurkan Program Petani-Nelayan dan Bahas Visi 2026

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 27 Mei 2025 16:38 WIB dengan kategori Advertorial Tanjungpinang dan sudah 109 kali ditampilkan

ADVERTORIAL - TERKININEWS.COM - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2025 dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, Selasa (27/5), di Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad dan dirangkaikan dengan peluncuran program BPJS Ketenagakerjaan bagi Petani dan Nelayan.

Forum ini dihadiri tokoh-tokoh nasional seperti Laksamana TNI (Purn) Marsetio, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, Dirjen Bina Bangda Kemendagri Restuardy Daud, serta Deputi Bappenas Maliki. Mereka memaparkan kondisi makro pembangunan dan peluang daerah dalam menghadapi tantangan global.

Hadir pula Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari Ansar, jajaran DPD RI, Forkopimda, Bupati/Wali Kota se-Kepri, serta pimpinan instansi vertikal.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menekankan pentingnya Musrenbang sebagai instrumen perencanaan yang berorientasi pada data, kebutuhan riil masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor.

“Pembangunan harus merespons tantangan nyata dan melibatkan semua elemen. Tidak hanya soal anggaran, tapi komitmen bersama,” tegasnya.

Gubernur juga memaparkan capaian pembangunan 2024, antara lain:

  • Pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 5,02% (ketiga tertinggi di Sumatera).

  • IPM Kepri naik menjadi 79,89 (tertinggi di Sumatera, ketiga nasional).

  • Tingkat kemiskinan turun ke 4,78% dan inflasi ditekan ke 2,09%.

Tema pembangunan 2026 ditetapkan sebagai:
"Akselerasi Potensi Perekonomian Daerah dan SDM, Didukung Kelembagaan Pemerintah Daerah yang Efektif dan Akuntabel."

Tiga prioritas utama pembangunan adalah:

  1. Optimalisasi ekonomi maritim dan investasi berkelanjutan.

  2. Peningkatan konektivitas antarwilayah dan infrastruktur tangguh bencana.

  3. Pembangunan SDM, reformasi birokrasi, dan digitalisasi pelayanan publik.

Program prioritas meliputi pembangunan Jembatan Batam-Bintan, Revitalisasi Pulau Penyengat, Rumah Singgah, Ambulans laut, serta insentif bagi RT/RW, guru, mubaligh, dan pelaku budaya.

Kepri menargetkan:

  • Pertumbuhan ekonomi 5,33%,

  • PDRB per kapita Rp169 juta,

  • Tingkat kemiskinan 4,25–4,75%,

  • Pengangguran 6,47%,

  • Gini Ratio 0,346,

  • Indeks Modal Manusia (IMM) 0,61.

Gubernur menutup dengan ajakan kolaborasi menyeluruh lintas sektor untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan berkelanjutan di Provinsi Kepri.