Pembatasan Jam Malam Pelajar di Jabar: Hipnoterapi Solusi Bagi Siswa yang Alami Kecanduan Begadang
OPINI
I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya
Kota Bekasi
Penerapan jam malam bagi pelajar di Jawa Barat mulai memunculkan polemik. Sejak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan Surat Edaran Nomor 51/PA.03/Disdik pada 23 Mei 2025, siswa dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah dan khusus dibatasi aktivitas malamnya mulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB. Kebijakan ini diterapkan dengan dalih membentuk karakter generasi Panca Waluya: Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil).
Namun, pegiat pendidikan sekaligus aktivis kesehatan mental anak dan remaja yang juga merupakan hipnoterapis profesional dari Indonesian Hypnosis Centre (IHC), I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya, angkat suara atas kebijakan ini. Dalam keterangannya di Kota Bekasi, Jumat (30/5/2025), ia mengingatkan bahwa kebijakan ini bisa berdampak negatif terhadap kondisi psikologis pada anak tertentu yang sudah terbiasa tidur larut malam (mengalami kecanduan begadang).
“Ini bisa menciptakan ketidaknyamanan psikologis dan memperparah kondisi gangguan tidur,” tegasnya.
Masyarakat awam mengenal gangguan tidur dengan istilah Insomnia. Menurut Dewa, kondisi ini sesungguhnya bukan sekadar masalah tidur, melainkan gangguan kompleks yang dapat dipicu stres psikologis berkepanjangan.
Hal yang tidak hanya mengganggu kualitas tidur, tapi juga berpotensi menurunkan fungsi sistem imun akibat peningkatan hormon stres seperti kortikosteroid dan katekolamin. Dalam konteks ini, hipnoterapi dapat sebagai solusi alternatif yang patut dipertimbangkan.
Hipnoterapi, lanjut Dewa, bekerja dengan menurunkan aktivitas hipotalamus, sehingga menstabilkan hormon stres, memperlambat denyut jantung, dan menciptakan kondisi relaksasi mendalam.
“Dengan mengubah pola pikir negatif terkait tidur, hipnoterapi efektif membantu mengatasi insomnia, kecemasan, bahkan depresi ringan yang sering menyertai anak-anak dan remaja masa kini,” jelasnya.
Namun ia mengingatkan, masyarakat harus selektif dalam mencari layanan hipnoterapi. Hanya praktisi yang telah diakui kompetensinya oleh negara yang seharusnya memberikan layanan ini.
“Kini, untuk kasus insomnia ringan, layanan hipnoterapi pun mudah didapat. Bisa dengan menghubungi hipnoterapis profesional secara daring, salah satunya melalui platform Titik Nol Hipnoterapi,” tambahnya.
Dengan kompleksitas dinamika anak dan remaja masa kini, pendekatan kebijakan jam malam sangat cocok dibarengi solusi yang berbasis psikologis dan ilmiah.
“Jika tidak, alih-alih membentuk generasi berkarakter, justru bisa memunculkan generasi tertekan,” pungkasnya.