Dakot: Tradisi Ruwatan Adalah Warisan Budaya Yang Harus Dilestarikan
TEGAL - TERKININEWS.COM - Tradisi tahunan Ruwat Bumi yang dirayakan masyarakat dua Desa yaitu Desa Guci dan Desa Rembul Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, sebagai wujud syukur atas hasil bumi dan untuk menjaga kelestarian alam. Tradisi ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan memperkuat solidaritas sosial masyarakat.
Tradisi tahunan ini dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara yang digelar di kompleks wisata pemandian air panas Guci dan mendapat animo tinggi dari warga dan wisatawan.
Sesepuh atau sering disebut sebagai juru kunci Desa Guci, Dakot saat di temui di kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Guci Senin sore (1/7/2025) mengatakan acara Ruwat Bumi dimulai dengan kegiatan malam hari berupa istiqosah doa bersama, pagi harinya ritual memandikan kambing kendit di Pancuran 13, sebuah mata air di kawasan Guci, dan penyembelihan kambing kendit.
Selanjutnya, masyarakat melakukan Kirab Gunungan membawa gunungan hasil bumi dan tumpeng dari berbagai penjuru desa menuju lokasi acara.
Salah satu highlight acara adalah perebutan gunungan, di mana pengunjung dan masyarakat berebut hasil bumi yang ada di dalam gunungan. Hal ini dipercaya membawa keberkahan bagi masyarakat,ungkap Dakot.
Dakot juga menjelaskan tentang ritual kambing kendit yang merupakan bagian dari tradisi Ruwatan. Kambing kendit disembelih di Gunung Kelir dan kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Tradisi Ruwat Bumi ini merupakan wujud syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah dan sebagai upaya menjaga kelestarian alam. Selain itu, tradisi ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur dan memperkuat solidaritas sosial masyarakat.
Tradisi Ruwatan di Desa Guci dan Desa Rembul telah berlangsung lama. Tradisi ini diadakan setiap tahun sebelum tanggal 10 Muharram. Kegiatan ini meliputi istiqosah di malam hari dan tayuban di pagi hari,katanya.
Dakot menekankan pentingnya sinergi masyarakat dalam melestarikan tradisi Ruwatan. Beliau berharap bahwa generasi muda dapat meneruskan tradisi ini dan membuatnya lebih baik.
Dirinya juga menjelaskan tentang ikon naga yang melambangkan kekuatan dan keberanian, dan berharap bahwa masyarakat dapat belajar dari ikon naga untuk menjadi lebih baik dan lebih kuat.
Dakot berharap bahwa tradisi Ruwatan dapat terus berlanjut dan menjadi lebih baik di masa depan. Beliau juga berharap bahwa masyarakat dapat terus bersinergi dan mendukung tradisi ini.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, masyarakat Desa Guci bersama-sama menggelar tradisi Ruwat Bumi sebagai bagian dari pelestarian budaya dan tradisi lokal, pungkasnya. (Sholeh).

