Massa Membludak di Pati: Ribuan Warga Desak Bupati Sudewo Mundur

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 13 Agustus 2025 10:16 WIB dengan kategori Daerah Hukum Politik dan sudah 309 kali ditampilkan

PATI – TERKININEWS.COM — Gelombang massa membanjiri Alun-alun Pati, Rabu (13/8/2025) sejak pagi. Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu datang dari berbagai kecamatan untuk menyuarakan tuntutan utama: Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya.

Aksi ini awalnya dipicu oleh kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen, yang diumumkan pada Mei lalu. Meski kebijakan itu sudah dibatalkan pada 7 Agustus dan pemerintah daerah berjanji mengembalikan selisih pembayaran, amarah warga belum padam.

Demonstran menilai pembatalan pajak hanyalah puncak dari gunung es berbagai persoalan, mulai dari kebijakan lima hari sekolah, regrouping sekolah, hingga pemecatan tenaga honorer RSUD tanpa pesangon. Pernyataan-pernyataan Bupati yang dinilai menantang warga juga ikut memperkeruh suasana.

Simbol perlawanan terlihat jelas di lokasi: keranda mayat, truk tronton, dan spanduk besar bertuliskan "Bupati Pati Mundur Secara Kesatria atau Dilengserkan Secara Paksa" membentang di depan Kantor Bupati. Jalan-jalan di sekitar alun-alun ditutup total sejak pukul 07.00 WIB.

Kapolresta Pati menyebut sedikitnya 2.684 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, dan relawan dikerahkan untuk mengamankan aksi. Polisi juga menyiapkan flash ball dan kendaraan taktis sebagai langkah antisipasi. Hingga siang, aksi berlangsung kondusif meski massa terus bertambah.

Aksi besar ini tak hanya mendapat sorotan lokal, tapi juga perhatian nasional. DPR RI bahkan meminta pemerintah pusat memantau langsung situasi di Pati untuk memastikan aspirasi masyarakat tersalurkan tanpa mengganggu ketertiban umum.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di alun-alun, meneriakkan yel-yel dan tuntutan. Mereka bertekad tidak akan pulang sebelum mendapatkan kepastian dari Bupati Sudewo terkait permintaan mundur yang disuarakan secara lantang.