Politisi Malaysia Diperas dengan Video Porno AI, Polisi Turun Tangan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 15 September 2025 06:15 WIB dengan kategori Hukum Dan Kriminal Internasional dan sudah 1.114 kali ditampilkan

MALAYSIA - TERKININEWS.COM - Otoritas Malaysia tengah menyelidiki kasus dugaan pemerasan terhadap sejumlah politisi dengan menggunakan video porno palsu berbasis kecerdasan buatan (AI). Setidaknya 10 politisi, termasuk Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil, menerima surel berisi ancaman penyebaran video cabul rekayasa AI dengan wajah mereka, kecuali mereka membayar US$100.000.

Menurut Fahmi, para target termasuk mantan Menteri Ekonomi Rafizi Ramli, Anggota Parlemen Subang Wong Chen, Anggota Parlemen Sungai Petani Taufiq Johari, serta Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Adam Adli. Politisi lain seperti Najwan Halimi, Fahmi Ngah, Senator Manolan Mohamad, dan Anggota DPR Kulim Wong Chia Zen juga masuk dalam daftar korban. Media lokal melaporkan tambahan nama seperti Chan Foong Hin, Wan Saifal Wan Jan, dan Syahredzan Johan.

Ancaman itu dikirim melalui email pada 12 September, disertai kode QR untuk transfer uang. Wong Chen mengaku belum pernah merasa setidakaman ini selama 13 tahun menjadi anggota parlemen, bahkan dibanding saat dirinya masih oposisi.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Bukit Aman, M Kumar, mengatakan setidaknya empat laporan resmi telah diajukan. Polisi menegaskan akan mengambil tindakan tegas tanpa kompromi terhadap siapa pun yang terlibat dalam pembuatan maupun distribusi materi tersebut. Jika terbukti bersalah, pelaku bisa dijatuhi hukuman penjara hingga 7 tahun, denda, cambuk, atau kombinasi hukuman lainnya.

Polisi kini bekerja sama dengan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) untuk melacak pengirim email. Hasil awal menunjukkan semua surel memiliki format serupa, tangkapan layar yang sama, serta diduga berasal dari alamat email identik. Fahmi menyebut kementeriannya akan meminta bantuan Google dalam investigasi.