Meninggalkan Anak Demi Palestina, Tekad Wanda Tak Goyah

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 18 September 2025 06:33 WIB dengan kategori Headline Internasional Khazanah dan sudah 255 kali ditampilkan

TUNISIA - TERKININEWS.COM - Di ambang senja di Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, Wanda Hamidah berdiri di antara gelombang harapan dan ketidakpastian. Ia telah diberi izin untuk berlayar ke Gaza sebagai bagian dari Global Sumud Flotilla, meski setiap langkah penuh dengan tantangan yang sulit dibayangkan. Fisik yang lelah, mental yang diuji, dan spiritual yang terus dipupuk menjadi bekalnya untuk berangkat.

Sebelum keberangkatan, Wanda melihat banyak aktivis dari berbagai negara memilih pulang. Mereka terpaksa kembali karena tak sanggup menghadapi kerasnya kondisi di Tunisia. Ketidakpastian, kapal yang jauh dari ideal, cuaca laut yang ganas, hingga resiko besar dicegat di tengah lautan membuat banyak hati goyah. Namun Wanda tetap memilih bertahan, meski kesabaran dan keteguhan hatinya terus diuji.

“Tidak mudah mempertahankan nama dalam daftar aktivis yang terpilih,” ucapnya lirih, dengan rasa bangga bercampur letih. Baginya, ini bukan sekadar pengakuan atau kebanggaan. Ini adalah panggilan hati untuk membantu mereka yang terjepit dalam blokade. Tentang bagaimana suara-suara damai bisa terdengar, dan kesadaran dunia bisa tersentuh.

Ia tidak menolak rasa takut, hanya berusaha mengendalikannya. Ia sadar bahaya yang menghadang: ombak yang bisa meluluhlantakkan kapal, kemungkinan dicegat, juga tekanan batin karena harus meninggalkan anak-anaknya, Alfat, Rashad, Shalima, dan Malakai. Namun cintanya pada kemanusiaan membuat tekadnya tak tergoyahkan. Keyakinannya sederhana, bahwa Indonesia dan dunia harus tetap bersuara.

Wanda mengajak semua orang untuk tidak hanya menjadi penonton. Gunakan platformmu, media sosialmu, untuk bersuara menentang ketidakadilan. Bantu dengan cara apapun, baik materi, perhatian, empati, maupun keberpihakan. Global Sumud Flotilla bukan tentang siapa yang berlayar, melainkan tentang tujuan besar: membebaskan Palestina dari blokade yang membungkam.

Di malam terakhir sebelum berlayar, langkahnya penuh keraguan tetapi hatinya teguh. Ia telah memilih jalan yang tak ringan. Setiap doa dan dukungan yang diberikan masyarakat Indonesia ia bawa dalam hatinya. Keyakinannya satu, tindakan kecil dari banyak hati bisa merobek dinding keheningan dunia.