Prabowo Tegaskan Telur MBG Hanya Boleh Direbus atau Diceplok
JAKARTA - TERKININEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus pada penyajian telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan, setiap anak harus menerima satu butir telur utuh yang hanya boleh dimasak dengan dua cara: direbus atau diceplok.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan instruksi tersebut dalam konferensi pers, Senin (22/9). Menurutnya, Presiden ingin memastikan kejelasan porsi sehingga tidak ada kemungkinan satu telur dibagi untuk beberapa anak. “Kalau didadar bisa dibagi ke banyak orang, padahal tujuan program ini memastikan satu anak satu telur,” ujarnya.
Dadan menilai detail perhatian Presiden menunjukkan keseriusan untuk menjamin gizi anak tercukupi secara adil.
Namun, program MBG juga diwarnai persoalan serius. Kepala Staf Presiden (KSP), M. Qodari, mengungkapkan lebih dari 5.000 siswa mengalami keracunan akibat makanan MBG. Data gabungan BGN, Kementerian Kesehatan, dan BPOM menunjukkan sedikitnya 60 kasus dengan ribuan korban, terbanyak terjadi di Jawa Barat pada Agustus 2025.
Faktor utama penyebab keracunan antara lain rendahnya higienitas makanan, suhu penyajian yang tidak sesuai, kesalahan pengolahan, hingga kontaminasi silang. Beberapa kasus juga dipicu alergi pada penerima.

