Bupati Tegal Pimpin Aksi Bersih Sungai Wadas Dalam Rangka World Cleanup Day 2025

Diterbitkan oleh Redaksi pada Sabtu, 27 September 2025 17:27 WIB dengan kategori Kota Tegal Tegal dan sudah 437 kali ditampilkan

TEGAL - TERKININEWS.COM -  Pemerintah Kabupaten Tegal bersama berbagai komunitas peduli lingkungan, unsur TNI, pelajar, dan masyarakat desa menggelar aksi bersih-bersih Sungai Wadas di Desa Kaliwadas, Kecamatan Adiwerna, Jumat (27/09/2025). 

Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari peringatan World Cleanup Day (WCD) yang jatuh setiap tanggal 20 September. Tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai menjadi fokus utama kegiatan ini.
 
Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, terjun langsung memimpin jalannya aksi bersih-bersih di area pintu air Sungai Wadas yang kondisinya memprihatinkan akibat sampah.
 
Dalam apel persiapan, Bupati Ischak menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berinisiatif dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Ia menekankan bahwa aksi ini adalah wujud nyata komitmen masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan menyehatkan lingkungan.
 
“WCD adalah momentum penting yang mengingatkan kita akan tanggung jawab bersama terhadap bumi, terutama dalam hal penanganan dan pengelolaan sampah domestik,” tegasnya.
 
Bupati juga menyoroti perlunya menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama di sungai. Ia mendorong pemerintah desa untuk memetakan wilayah permukiman yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik, serta menginisiasi pembentukan sistem pengelolaan sampah swadaya. Selain itu, kerja sama dengan TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) juga perlu ditingkatkan, sambil terus mengampanyekan pemilahan sampah dari sumbernya serta prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
 
Berdasarkan data, timbulan sampah di Kabupaten Tegal pada semester pertama tahun 2025 mencapai 241.609 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, 57% atau sekitar 138.276 ton berpotensi untuk dikelola melalui program pengurangan dan penanganan yang terstruktur. TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Penujah dengan metode control and sanitary landfill memiliki kapasitas untuk menangani 113.985 ton sampah per tahun.
 
Namun, masih ada sekitar 103.333 ton sampah yang belum terkelola dengan baik dan berpotensi mencemari lingkungan, termasuk masuk ke drainase dan sungai seperti yang terjadi di Sungai Wadas.
 
Bupati mengakui bahwa aksi bersih-bersih sungai ini bersifat parsial dan merupakan solusi sementara di hilir. Namun, ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pesan moral bagi masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai, yang merupakan akar permasalahan dan berdampak negatif bagi lingkungan serta masyarakat luas.
 
“Kami bersama ratusan relawan dan TNI telah berupaya membersihkan sampah yang menumpuk. Karena volume sampah sangat besar, kami mendatangkan alat berat ekskavator untuk membantu menuntaskan pekerjaan ini,” jelasnya.
 
Dengan bantuan alat berat, diharapkan penanganan sampah yang menyumbat aliran air Sungai Wadas dapat diselesaikan pada hari Jumat atau paling lambat Sabtu.
 
“Aksi gotong royong dalam WCD ini berhasil mengangkut delapan truk sampah dari sungai, setara dengan 40 ton sampah basah atau 40% dari total sampah. Sisanya akan diselesaikan dengan alat berat,” imbuh Bupati Ischak.
 
Menanggapi ajakan Bupati Tegal, Kepala Desa Kaliwadas, Rukhamah, menyatakan kesiapannya untuk ikut serta menangani masalah sampah. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya rutin melakukan pengerukan sampah di Sungai Wadas dua kali setahun.
 
“Empat bulan lalu, kami baru saja membersihkan sungai ini bersama warga menggunakan ekskavator. Namun, karena kurangnya kesadaran warga di hulu, sampah kembali menumpuk dan menutupi pintu air Sungai Wadas,” ujarnya.
 
Sebagai solusi, pihaknya berencana memasang penghalang sampah berupa kubus apung atau jaring sampah (trash barrier) di jembatan perbatasan Desa Pagedangan dan Kaliwadas.
 
Ketua WCD Kabupaten Tegal, Miswarudin, mengimbau warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Wadas untuk tidak membuang sampah ke sungai. Ia mengingatkan bahwa sungai ini sangat penting untuk mengairi lahan pertanian yang menjadi sumber pangan dan kehidupan masyarakat.
 
Putri Azahra, seorang siswi MTs NU Sunan Kalijaga yang turut berpartisipasi dalam WCD 2025, mengaku senang bisa berkontribusi dalam membersihkan Sungai Wadas.
 
“Kami senang bisa bekerja sama dan bergotong royong membersihkan sampah di sungai ini. Kami berharap warga tidak lagi membuang sampah ke sungai karena dapat menyebabkan banjir, mencemari air, dan menimbulkan penyakit,” pungkasnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ischak juga menyerahkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah kepada sejumlah sekolah yang berprestasi dalam pengelolaan lingkungan. 

Sekolah-sekolah tersebut adalah SMAN 1 Kramat, SMKN 1 Slawi, SMAN 2 Slawi, SMAN 1 Slawi, SMPN 2 Tarub, SMPN 2 Dukuhwaru, SMPN 1 Dukuhturi, SMPN 1 Margasari, SMPN 2 Slawi, MTs NU 1 Hasyim Asyari Tarub, SDN Jembayat 3, SDN Bogares Kidul 2, SDN Mejasem Barat 3, SDN Batumirah 2, dan SDN Harjosari Lor 2. (Sholeh).