Bea Cukai Aceh Gagalkan 10,6 Ton Narkoba, Persempit Jalur Tikus
ACEH - TERKININEWS.COM - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh menegaskan komitmennya mempersempit ruang gerak sindikat narkotika internasional yang kerap menjadikan Aceh sebagai pintu masuk ke Indonesia. Hingga 31 Agustus 2025, tercatat 10,6 ton narkoba berhasil digagalkan lewat pengawasan intensif. Dari jumlah tersebut, 5,3 ton penindakan dilakukan langsung oleh Bea Cukai Aceh, termasuk 3,6 ton ganja lokal.
Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Leni Rahmasari, menegaskan tingginya angka penindakan bukan karena lemahnya pengawasan, melainkan bukti intensitas pengawasan yang dilakukan.
“Tingginya angka penindakan menunjukkan keseriusan kami dan aparat penegak hukum dalam mempersempit ruang gerak sindikat,” ujarnya.
Menanggapi maraknya penyelundupan melalui pelabuhan kecil atau jalur tikus, Bea Cukai Aceh memperkuat patroli laut bersama Polri, BNN, dan TNI AL. Operasi berbasis intelijen ini difokuskan pada jalur rawan dan titik pendaratan non-resmi.
Masyarakat pesisir juga dilibatkan sebagai mitra pengawasan agar sindikat semakin sulit memanfaatkan jalur tikus. Selain itu, Bea Cukai mengerahkan kapal patroli berteknologi radar laut dan drone pengawas untuk mempercepat deteksi pergerakan kapal mencurigakan.
“Fokus kami adalah menggagalkan penyelundupan di pintu masuk serta mendukung aparat penyidik. Modus yang sering digunakan sindikat internasional antara lain transaksi ship to ship di tengah laut, sebelum narkoba dibawa dengan kapal nelayan atau speedboat, lalu disamarkan sebagai hasil tangkapan laut,” jelas Leni.
Ia menegaskan, pemberantasan narkoba di Aceh hanya bisa dilakukan lewat kolaborasi strategis lintas instansi. Sinergi Bea Cukai dengan Polri, BNN, TNI, dan aparat terkait akan terus diperkuat melalui patroli laut, analisis intelijen, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pengawasan internal yang ketat.
“Kolaborasi ini memungkinkan setiap upaya penyelundupan diantisipasi lebih cepat, ditindak tegas, dan diputus hingga ke akar jaringan sindikat internasional,” pungkasnya.
Sumber
