Polres Tegal Tingkatkan Pelayanan Publik Dengan Pelatihan Etika
TEGAL - TERKININEWS.COM - Polres Tegal terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menggelar Pelatihan Etika Pelayanan Publik. Kegiatan ini bekerja sama dengan Bank BRI Cabang Slawi dan dilaksanakan di Gedung Tantya Sudirajati Polres Tegal pada hari Selasa, 7 Oktober 2025.
Pelatihan ini diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek, serta personel Polres dan Polsek jajaran Polres Tegal. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Polres Tegal untuk memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya perubahan mindset dan perilaku anggota Polri dalam melayani masyarakat. “Pelayanan yang diberikan selama ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat merasa puas dengan kinerja kepolisian. Tidak boleh ada penolakan terhadap laporan atau permintaan bantuan dari masyarakat,” tegas Kapolres.
Kapolres juga menambahkan bahwa ekspresi wajah dan sikap sangat mempengaruhi kualitas pelayanan. “Hindari wajah yang tidak ramah. Sebagai pelayan masyarakat, kita harus memberikan pelayanan prima dengan senyum. Senyum itu sederhana, namun memberikan dampak besar pada kepercayaan dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.
Asisten Manajer Operasional dan Layanan BRI Cabang Slawi, Uki Sanjaya, menjelaskan bahwa pembentukan kebiasaan dalam memberikan pelayanan yang baik memerlukan proses. Menurutnya, ada tiga tahap penting: dipaksa, terpaksa, dan terbiasa.
“Kebiasaan yang baik tidak datang secara instan. Awalnya, kita harus memaksa diri untuk bersikap ramah dan profesional, bahkan saat menghadapi masalah pribadi. Namun, seiring waktu, hal ini akan menjadi karakter kita dalam melayani,” jelasnya.
Dedi, perwakilan BRI lainnya, menyoroti pentingnya komunikasi dalam pelayanan publik. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan komunikasi tidak hanya bergantung pada kata-kata, tetapi juga pada ekspresi tubuh dan nada suara. “Dalam komunikasi personal, 55% dipengaruhi oleh bahasa tubuh, 38% oleh nada suara, dan hanya 7% oleh kata-kata. Jadi, cara kita menyampaikan pesan jauh lebih penting daripada apa yang kita katakan,” ujarnya.
Dedi juga mengingatkan bahwa petugas harus tulus mendengarkan, tidak memotong pembicaraan, dan fokus pada kebutuhan masyarakat. “Layani masyarakat dengan sepenuh hati, jangan sambil melakukan pekerjaan lain. Gunakan kata ‘saya’ dalam pelayanan agar terasa lebih personal dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Pelatihan ini berlangsung interaktif dan dinamis, dengan para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Materi yang disampaikan relevan dengan tugas sehari-hari dan memberikan wawasan baru dalam memberikan pelayanan yang humanis dan profesional.
Diharapkan, melalui pelatihan ini, seluruh anggota Polres Tegal dapat menerapkan nilai-nilai etika dan empati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga Polri benar-benar hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang humanis, profesional, dan dipercaya.(Sholeh).

